Parah

Nyatanya kebencianku pada kelemahanku semakin bertambah parah
Sampai aku batuk darah
Aku menjauh dari pagar rumah
Menjauh sekian dan sekian jaraknya
Menuju pintu yang aku sebut masa lalu

Ku pandangi
Ku bongkar lagi
Morat-marit perasaanku mengetahui bahwa kau disana aku tak tahu, masih menungguku? Atau sama sepertiku?
Tapi bukan itu tujuanku