Ah, Kamu.

Digenggam, dilepaskan dengan tali ikatan, bebas menarik kapan saja karena tahu, dibagian sana biasanya akan selalu merespon, apa-apa yang dikirimkannya. Janganlah kau uji manusia sedemikian berat, kau tidak tahu apa yang saat ini sedang ia perjuangkan dalam hidupnya, tidak berat-berat amat mungkin bagimu. Tapi baginya, seolah berdiri ditepian jurang yang dibawahnya ada kolam piranha dan masa lalu yang tidak mengasyikkan.

Bisa jadi, dia sudah rela lapar. Barangkali, dia sudah mengupayakan yang terbaik untuk bisa menghadiahkanmu dengan benda-benda murahan yang dibeli dengan sekuras tenaga.

Ah, manusia. Kau sudah menggenggamnya, kau tahu dia punya maaf yang besarnya melebihi cintanya.

Depok, 28 November 2015