Pengalaman Urus Legalisir Buku Nikah di KUA Kecamatan Beji dan Kementerian Agama

_20180509_134650

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman waktu mengurus legalisir dokumen buku nikah di Kecamatan Beji Depok dan Kementerian Agama. Dokumen ini diperlukan sebagai salah satu syarat untuk pengajuan istri yang hendak tinggal bersama suami yang bekerja di Taiwan. Sebelumnya ada agen yang menawarkan bantuan, namun ia bilang saya belum tentu/tidak bisa dapat visa resident, dan dianjurkan membuat visa visitor saja. Akhirnya saya hubungi pihak TETO (yang mengeluarkan visa ke taiwan, bahwa saya bisa mendapatkan visa resident dengan beberapa persyaratan tambahan, salah satunya buku nikah).

1. Legalisir Buku Nikah di KUA Kecamatan Beji – Depok

Tanggal Pengurusan Dokumen: Rabu, 9 Mei 2018

Kantor Kantor Urusan Agama Kecamatan Beji Depok

Kantor Kantor Urusan Agama Kecamatan Beji Depok

Continue Reading

Pengalaman Membuat SKCK di Mabes POLRI untuk Kelengkapan Visa Resident Taiwan

Tanggal urus dokumen SKCK : Rabu, 25 April 2018

Kali ini saya akan memberikan pengalaman saat mengurus SKCK di Mabes POLRI. Sebagai informasi, untuk persyaratan pembuatan visa resident, SKCK wajib keluaran Mabes POLRI dan tidak bisa diurus di tempat lainnya. Namun, Saya pernah bertemu teman yang sama-sama ingin membuat Visa Resident Taiwan, dia membuatnya di Polsek (kalau tidak salah di Medan), dan dia tinggal menunjukkan surat itu saat di Mabes POLRI dan ambil sidik jari.

Kalau kita baca di webnya, sebetulnya kita bisa urus SKCK ini secara online juga lho, namun penjelasan artikel kali ini saya akan jelaskan berdasarkan pengalaman saya ya, yaitu dengan cara registrasi langsung. Kira-kira begini urutannya:

  1. Mempersiapkan dokumen yang diperlukan
  2. Membuat Rumus Sidik Jari di Gedung INAFIS
  3. Registrasi ke Loket Pembuatan SKCK
  4. Selesai

Durasi proses tergantung seberapa banyak antrian pada saat anda mengurusnya ya ūüôā

1. Mempersiapkan Dokumen yang diperlukan (Warga Negara Indonesia):

Berikut ini merupakan persyaratan yang wajib anda bawa saat mengurus SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian.

  1. Akta Lahir asli dan fotokopi 1 lembar
  2. Kartu Keluarga dan fotokopi 1 lembar
  3. Kartu Tanda Penduduk dan fotokopi 1 lembar
  4. Paspor dan fotokopi 1 lembar
  5. Pas Foto Ukuran 4 x 6 berwarna dan berlatar belakang warna merah (Saya kemarin terpakai 6 Lembar, sebaiknya bawa lebih untuk jaga-jaga).

2. Membuat Rumus Sidik Jari di Gedung INAFIS

INAFIS merupakan kependekan dari Indonesia Automatic Finger Print Identification, sebuah divisi yang berfungsi dalam penyediaan informasi seseorang melalui sidik jari mereka. Ya mungkin kalau di rumah sakit semacam rekam medis kali ya? (sotoy). Jadi kantor Mabes POLRI itu besar banget dan gedungnya terpisah berseberangan antara loket registrasi pembuatan SKCK dan tempat untuk merekam sidik jari kita. Jangan khawatir, disana para petugas sangat ramah dan informatif untuk memberikan petunjuk kepada kita.

Bangku RUang Tunggu di Gedung INAFIS

Bangku Ruang Tunggu di Gedung INAFIS

Continue Reading

Pengalaman Legalisir Dokumen Medical Checkup dan Buku Imunisasi Anak ke Notaris

Berikut ini saya akan menjelaskan pengalaman saya waktu mengurus Waarmerking atau legalisir dokumen medical checkup dan buku imunisasi anak sebagai persyaratan sebelum minta legalisir TETO. Dokumen ini merupakan syarat wajib untuk pembuatan visa resident ke Taiwan.

Setelah saya baca-baca, ternyata legalisir itu beda dengan Waarmerking, pantas saja petugas legalisir TETO memberi catatan berulang kali untuk memastikan bagaimana perlakuan legalisir yang dimaksud untuk dokumen Medical Checkup dan Buku Imunisasi Anak. Lalu apa bedanya:

Legalisir : Dokumen disahkan dan ditanda tangani di hadapan notaris, sehingga tanggal legalisir sama dengan tanggal dokumen tersebut.

Waarmerking : Dokumen tersebut diregistrasikan dalam buku catatan notaris karena dalam dokumen tersebut sudah dibubuhi tanda tangan oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Penampakan Kantor Notaris Dewi Palupi (Sumber foto: Google Map)

Penampakan Kantor Notaris Dewi Palupi, (Sumber foto: Google Map)

Continue Reading

Pengalaman Medical Checkup dan Vaksin sebagai Persyaratan Visa Resident Taiwan

Kali ini saya akan berbagi pengalaman waktu mengurus tes kesehatan dan suntik vaksin (23 April 2018) sebagai salah satu syarat untuk penerbitan visa resident Taiwan. Bagi anda yang sekadar mengunjungi Taiwan untuk liburan, tahapan ini tidak perlu anda lakukan. Untuk lebih lengkap mengenai persyaratan dokumen yang harus disiapkan, silahkan kunjungi website resmi TETO (Taipei Economic and Trade Office) di sini.

Sayangnya, dalam link diatas tidak tertera untuk visa resident bagi istri yang akan menetap karena suami bekerja di Taiwan. Saya pun harus menelepon TETO untuk memastikan dokumen apa saja yang perlu disiapkan. Medical checkup¬†yang harus diserahkan nanti adalah medical checkup dengan format “Form B”.¬† Soalnya kalau untuk visa kerja, formatnya beda lagi ya.

Format B Medical Checkup Jika Anda Ingin Membuat Visa Resident

Format B Medical Checkup Jika Anda Ingin Membuat Visa Resident

Bagi yang belum tahu, TETO adalah kantor perwakilan yang memiliki kewenangan dalam hal penerbitan visa ke Taiwan. Mengapa tidak di kedutaan Taiwan? karena Indonesia hanya mengakui satu negara Cina yaitu Cina Daratan. Sehingga Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Taiwan.

Continue Reading

Pengalaman Membuat Paspor untuk Anak (Bayi 7 Bulan) di Depok

Kali ini saya bakalan share pengalaman pas bikinin paspor buat anak saya yang saat pembuatan paspor kemarin berusia 7 bulan. Paspor yang dibuat jenis paspor biasa ya, bukan e-paspor, karena kantor imigrasi Depok hanya melayani paspor jenis biasa. Berikut 6 langkah yang saya lakukan saat membuat paspor untuk anak di kantor imigrasi Depok:

  1. Siapkan dokumen persyaratan untuk anak usia dibawah 17 tahun.
  2. Booking tanggal untuk urus paspor pakai aplikasi antrian online.
  3. Tunjukkan lembar barcode antrian saat datang ke kantor imigrasi sesuai tanggal yang tertera.
  4. Tunggu panggilan untuk pengecekan kelengkapan dokumen.
  5. Tunggu panggilan untuk sesi wawancara dan pengambilan pas foto.
  6. Bayar pembuatan paspor via Pos Indonesia yang mangkal di depan kantor.
  7. Ambil paspor 3 hari (kerja) kemudian, atau minta dikirim via pos.

1. Siapkan dokumen persyaratan untuk anak usia dibawah 17 tahun

Semua dokumen harus ada yang ASLI dan FOTOKOPI-nya ya. Trus semua dokumen harus dalam kertas A4 (JANGAN DIPOTONG). Oh iya, sebetulnya kedua orang tua itu harus ada pas bikin paspor anak, tapi kalau emang misalnya sang ayah nggak bisa ambil cuti kantor, wajib lampirin surat pernyataan tidak bisa datang. Berikut penjelasannya:

  • KTP kedua orang tua (harus e-KTP ya), ini¬†juga cara fotokopinya jangan sampai salah ya, jadi peletakan KTP ayah dan ibunya¬†HARUS DALAM SATU LEMBAR atas bawah.
  • Kartu keluarga.
  • Buku Nikah Orang Tua, ini juga harus dalam satu lembar ya, yang atas itu halaman yang ada fotonya, bawahnya yang halaman data kedua orang tua.
  • Akta kelahiran anak.
  • Paspor kedua orang tua, formatnya sama kayak fotokopi KTP, peletakan atas bawah yang halaman ada fotonya, atas bawah.

    format fotokopi dokumen paspor, jangan sampai salah ya biar ga ribet suruh motokopi ulang

  • Surat pernyataan orang tua¬† + Materai 6.000. Ini tiap kantor imigrasi punya format yang beda-beda. Kemarin saya pakai format hasi googling, ternyata sampai sana salah, akhirnya suruh ganti sama pak satpam dan dikasih surat¬†dengan format yang benernya. Kenapa nggak download di webnya? yes, waktu itu web-nya error (404 something lah). Ini format suratnya, silahkan download formatnya di link berikut¬†¬†surat-pernyataan-kedua-orang-tua.
  • Surat pernyataan orang tua tidak datang + Materai 6.000. Ini kemarin saya juga pakai format dari kantor imigrasi lain, ternyata sampai sana salah dan suruh ganti juga. Silahkan download format suratnya di link berikut¬†Surat-Pernyataan-Orang-Tua-Tidak-Datang

Catatan: Berhubung waktu itu ayahnya keburu dinas ke luar kota, dan surat yang sebelumnya udah saya siapin pakai ttd suami asli disuruh ganti, akhirnya saya terpaksa malsuin tanda tangan suami deh pakai format yang baru. Reminder lagi ya, dokumen semua di fotokopi di kertas full A4, kayak KTP gitu gausah dipotong.

2. Booking tanggal untuk urus paspor pakai aplikasi antrian online.

Proses ini lumayan bikin drama karena ribeds. Mulai 2017 kemarin, kita nggak bisa asal dateng aja ke kantor imigrasi buat bikin paspor. Semua harus daftar dulu buat antri via online. Kamu bisa daftar via websitenya atau via aplikasi android/ios.

Waktu saya buka website, itu tanggal full semua sampai sekitar dua bulan kedepannya. Akhirnya coba install aplikasinya, ternyata sama aja!. Keder ya kan, masa harus ke kantor imigrasi bandara soetta sih, jauh kan dari depok. Akhirnya coba hubungin Customer Support (CS) nya imigrasi via whatsapp.

Responnya juga agak lama, yah Alhamdulillah akhirnya dijawab juga sih, nanya-nanya ini gimana kok full terus. Katanya sih suruh sering refresh aja, nanti kalau muncul tanggal yang masih ada kuota, langsung daftar. Nggak lama, diinfo katanya ada tanggal tersedia, saya langsung buruan buka appsnya.

Dari situlah saya kenapa nulis persiapan dokumen di awal. Karena pengalaman saya, pas dikasih tau ada kuota kosong itu hari senin, ternyata yang tersedia tanggalnya dua hri setelahnya alias hari rabu-nya.

Ini prosesnya abis install apps-nya di android gampang kok. Cuma masukin nama lengkap anak kita aja sebagai pemohon, sama NIK (liat di KK), nanti kita dapet kode booking, sama keterangan kita harus dateng jam berapa. Saya ngeprint biar nanti gak ribet-ribet harus ngasih liat HP.

sumber gambar : ashtravelling.com

sumber gambar : ashtravelling.com

Baca yang teliti ya :)

Baca yang teliti ya ūüôā

3. Tunjukkan barcode antrian saat datang ke kantor imigrasi sesuai tanggal yang tertera.

Registrasi dan minta nomor antrian di pos satpam

Registrasi dan minta nomor antrian di pos satpam

Datang ke  kantor sesuai waktu dan alamat yang tertera di jadwal. Waktu itu saya hadir sebelum pintu gerbang dibuka. Sebelum kita bisa masuk ke dalam Kanim, seluruh berkas akan di cek di pos satpam dan kita akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan paspor.

Setelah isi formulir, kita baru akan diberikan nomor antrian berupa name tag yang wajib dikalungkan dan dipersilahkan untuk masuk ke dalam gedung. Karena kemarin ada beberapa surat yang salah format, saya diberikan format surat yang benar dari pak satpam. Saya melengkapi formulir dan isian surat di warung yang ada di depan kanim. Disana juga tersedia materai dan beberapa alat tulis untuk membantu pengisian.

Kalau ada format fotokopi yang salah atau kurang, di dalam area gedung kanim terdapat koperasi yang menyediakan layanan fotokopi. Namun biasanya harga diatas standar (lebih mahal) dan harus mengantri jika sedang ramai.

4. Tunggu panggilan untuk pengecekan kelengkapan dokumen.

Antrian pertama untuk verifikasi dokumen oleh petugas imigrasi

Antrian pertama untuk verifikasi dokumen oleh petugas imigrasi

Setelah mendapatkan kalung nomor antrian, kita tinggal menunggu berkas di cek kelengkapannya oleh petugas imigrasi. Kalau di pos satpam tadi, hanya ‘screening‘ awal saja supaya yang masuk hanyalah mereka yang benar-benar sudah siap.

Setelah nomor kita dipanggil, kita harus menunjukkan barcode antrian online dan seluruh kelengkapan dokumen. Proses tidak sampai 5 menit, kemudian kita akan diberikan nomor lagi untuk masuk tahap interview dan foto.

5. Tunggu panggilan untuk sesi wawancara dan pengambilan pas foto.

Ruang sebelah kiri tempat wawancara dan foto

Ruang sebelah kiri tempat wawancara dan foto

Setelah nomor dipanggil, kita masuk ke ruangan khusus untuk wawancara dan foto. Kita akan diarahkan ke meja petugas yang kosong untuk proses penginputan data dan wawancara terlebih dahulu.

Tidak perlu tegang karena kemarin saya hanya verifikasi data untuk diinput ke komputer secara manual. Jika sudah e-ktp tentu proses sudah lebih cepat karena data otomatis keluar semua. Berhubung anak saya belum ada e-KTP (meski sudah punya KIA), jadi data-data ya manual lagi diinput sambil nanya-nanya ke saya. Formulir yang sebelumnya saya isi pun sepertinya hanya untuk berkas saja karena pak petugas isi data anak dari akte lahirnya langsung.

Proses ini tidak terlalu lama (sekitar 10-15 menit), sambil ditanya-tanya dalam rangka apa memangnya pembuatan paspor ini. Setelah itu, kita antri untuk pengambilan foto paspor, didalam ruangan tersebut disediakan tempat duduk untuk menunggu nama kita dipanggil.

Saya menunggu lumayan lama (15-20 menit), setelah dipanggil petugas foto, disini juga kita ditanya-tanya sebentar untuk verfikasi data dan tujuan pembuatan paspor. Foto paspor wajib berlatar bekalang putih jadi bayi tidak bisa dipangku dan harus diposisikan sedemikian rupa supaya tubuh kita tidak menutupi background putih.

Setelah memilih foto yang paling oke diantara beberapa jepretan, kita akan diberikan resi pembayaran pembuatan paspor yang bisa dibayarkan via Pos Indonesia atau bank lainnya. Saya memilih via pos karena mobilnya mangkal di depan kanim.

6. Bayar pembuatan paspor via Pos Indonesia yang mangkal di depan kantor.

Foto mobil pos indonesia yang mangkal, diambil warung seberang kanim tempat saya numpang isi formulir sebelum dapat no antrian ke pos satpam

Foto mobil pos indonesia yang mangkal, diambil warung seberang kanim tempat saya numpang isi formulir sebelum dapat no antrian ke pos satpam

Mobil pos indonesia terdapat persis di depan pos satpam. Serahkan resi dari imigrasi dan uang tunai Rp. 355.000 untuk biaya paspor. Setelahnya, kita akan mendapatkan ibukti pembayaran dan jadwal kapan paspor bisa diambil. Pos Indonesia menawarkan layanan pengantaran paspor, dan tanpa pikir panjang saya menggunakan jasa mereka.

7. Ambil paspor 3 hari (kerja) kemudian, atau minta dikirim via pos

IMG_20171213_102401

Informasi jika anda ingin mengambil sendiri ke kanim. Nantinya anda tinggal menyerahkan bukti pembayaran ke loket khusus yang ada di sisi sebelah kiri gedung kanim. Waktu pembuatan paspor saya sendiri, saya juga datang langsung dan tinggal menyerahkan bukti bayar plus menunjukkan KTP asli.

Untuk yang ingin diantar ke rumah menggunakan jasa pos, kita akan diminta untuk mengisi formulir khusus dengan tanda tangan diatas materai 6.000. Mungkin ini untuk bukti ke kanim kalau  emang bener-bener kita yang request. Proses pengiriman dimulai dari 3 hari kerja setelah paspor jadi.

Lama pengiriman untuk Jabodetabek 1-2 hari, dan kita diberikan no telp petugas pos jika sewaktu-waktu ingin konfirmasi kalau belum sampai. Selain itu, kita juga dijelaskan mekanisme saat menerima paspor, harus memberikan beberapa fotokopi identitas (KTP ortu dan akta kelahiran) kepada kurir. Hal ini untuk memastikan bahwa paspor diberikan kepada orang yang tepat.

Biayanya pengirimannya Rp. 27.000 dan itu udah termasuk materai.

Horee, dah jadi

Horee, dah jadi

Informasi lainnya yang mungkin akan bermanfaat:

  1. Usahakan datang tepat waktu dan dokumen sudah lengkap sehingga bisa lebih awal dapat nomor antrian.
  2. Proses saya sendiri (plus bolak balik ganti surat-surat dan isi formulir) bikin saya kebagian antrian lebih lama, padahal datang pas belum buka. Jadi datang jam 08.00 WIB selesai semua sekitar jam 12.00 WIB. Itu udah sampai bayar ya.
  3. Bawa alat tulis sendiri seperti pulpen, tipe-x dan materai biar lebih efisien.
  4. Bagi ibu-ibu bawa bayi, tersedia ruang laktasi untuk menyusui.
  5. Disediakan aqua gelas gratis buat pengunjung, well sebenernya ada corber buat ngopi-ngopi tapi pas saya dateng nggak digelar hehe.
  6. Siapkan uang cash untuk bayar via pos indonesia Rp. 355.000,- biar nggak usah cari-cari ATM
  7. Kanim Depok tidak hanya melayani warga yang ber-KTP Depok, jadi dari mana aja bisa urus disini ya.
  8. Gunakan pakaian yang sopan, jangan pakai kaos oblong, sendal jepit dan celana pendek ya. Pakailah jilbab atau atasan (kemeja) dengan warna selain putih.
  9. Website kanim Depok yang bahas tentang paspor : http://depok.imigrasi.go.id/?page_id=45921
  10. Jam Pelayanan: Senin РKamis : Pukul 7.30 Р16.00, Jumat : Pukul 7.30 Р16.30, Sabtu-Minggu : Libur
  11. Alamat : Jalan Boulevard Raya Komplek Perkantoran Pemda Depok Grand Depok City Kota Depok
Pas lagi antri wawancara dan isi data ke sistem

Pas lagi antri wawancara dan isi data ke sistem

Antri pas mau nunggu dipanggil buat foto

Antri pas mau nunggu dipanggil buat foto

 

IMG_20171213_102211_1

IMG_20171213_102219

Loket pos indonesia

Koperasi tempat fotokopi, antriii

Koperasi tempat fotokopi, antriii

Alhamdulillah seneng sekarang pelayanan jauh lebih baik ketimbang beberapa tahun lalu pas saya bikin paspor. Selain lebih rapi, teratur dan bersih, seneng aja gitu jadi nggak banyak calo. Wong pas ambil antrian aja muka kita dipoto, jadi pas di LCD antrian nampilin muka kita loh. Good Job! semoga segera bisa melayani e-paspor ya!

Depok, 16 Februari 2018

Bu, Sebelum Anda Buang-buang Duit ke Salon, Cari Tau Dulu Arti “Me Time”

BAGIAN SATU

Sering banget deh pasti liat postingan mahmud atau mahtu yang berseliweran di media sosial. Biasanya mereka pasang tagar #metime di salon spa, kafe malah yang ekstrim dia ngelakuin solo trip gitu.

Bikin mupeng?

Tapi pernah mikir nggak sih? Sebetulnya Me Time itu apa? Kalau kita gugling, kita bakalan nemu ini:

“Me-Time‚ÄĚ adalah waktu untuk diri sendiri tanpa kehadiran orang lain, sehingga kita bisa beraktivitas sendirian (atau bahkan tidak melakukan apa-apa).

Trus, kalau udah sendirian, emang mau ngapain? Jangan-jangan selama ini kita berdalih butuh Me Time untuk “lari sejenak dari tanggung jawab”. Kalau begitu, kayaknya sayang banget ya kan?, abis setengah juta buat spa dari ujung rambut ampe kaki, pulang-pulang “welcome to the jungle” lagi.

Atau ada juga yang Me Time nya dengan shopping, bilangnya buat menghargai kerja keras diri. Kemudian nggak jarang pas sampai rumah mikir, “Ngapain gue beli ini ya? Kayaknya¬† nggak penting-penting amat..”, begitulah akhirnya nyesel dan numpuk-numpuk barang dalam rumah. Mamam.

Beberapa bulan lalu iseng ikutan kulwap (Kuliah Whatsapp) IIP untuk memahami arti “Me Time“. Pertamanya sih mikir, “yaelah, ginian aja dibahas..”, tapi mah, udahannya sungguh bikin mikir-kir-kir. Persepsi saya tentang makna Me Time jadi meluas. Jadi ini hasil dari materi Me Time yang saya dapat:

Who am I? 

Sumber : weewatch.com

Sumber : weewatch.com

Jadi seorang ibu, bagaimanapun memang dibutuhkan kesadaran dan keseriusan. Apalagi ditengah seabrek pekerjaan yang rasa-rasanya bisa bikin kaki di kepala, kepala di kaki. Tapi, apapun alasannya, sebaiknya kita tidak melupakan siapa diri kita sebenarnya.

Bu, kita ini dianugerahi potensi akal, perasaan dan fisik. Semuanya pasti ada potensinya. Itu yang kudu kita gali dan gali terus. Jangan-jangan selama ini kita sibuk dengan mengejar pencapaian orang lain. Jangan-jangan selama ini kita memperjuangkan sesuatu yang kita tidak tahu untuk apa. Ngeri kali, macam zombie aja kalo gitu.

Kalaulah memang Me Time adalah adalah waktu untuk sendirian dan melakukan aktivitas semau kita. Maka kenalilah dulu apa yang sebetulnya kita ingin dan butuhkan. Coba jawab, saya ini adalah? Mengapa saya harus melakukan A B C D ..? Apa yang sebetulnya saya butuhkan saat ini? apa potensi saya?

“Saya ini punya peran sebagai hamba Allah, anak, istri, ibu dan bagian dari lingkungan masyarakat, maka saya harus melakukan…., dan saya butuh…., lalu potensi atau modal yang saya punya adalah….”

Kunci Utamanya adalah Mengenal Diri. Me dulu, baru Time.

Apa yang sebetulnya kita cari dalam Me Time?

Siapalah yang nggak penat kalau saban hari ngerjain rutinitas yang itu-itu aja, baik yang kerja di ranah publik (karyawati kantoran) atau ranah domestik (ibu rumah tangga), masing-masing punya segunung tanggungan yang harus diselesaikan. Capek, penat, lelah, lesu, lunglai, bikin moody… sudah jelas.

Gara-gara kondisi itulah, kemudian kita semacam butuh yang namanya “draining situation“, alias keluar dari tekanan tersebut. Biasanya, kemudian kita akan berasa lebih nyaman.

Tapi apa yang kayak gitu namanya Me Time?

Ternyata yang demikian itu baru “kondisi minimal”. Karena itu baru menjalankan fungsi Me Time sebagai ajang relaksasi.

Iya, Me Time itu punya dua bagian. Fungsi relaksasi (relaxing) dan fungsi aktualisasi diri (flourishing).

Ketika sudah kenal dengan diri kita sendiri, kita butuh Me Time yang lain, yaitu aktualisasi diri. Bahasanya diibaratkan, kita melakukan Me Time dalam rangka mengupgrade diri, kalo bayangin bunga, dia mekar berkembang (flourish). Indah banget kan ya?

Kalau udah gitu, kita akan sadar bahwa Me Time bukan sekedar bebas dari realita saat ini, tapi Me Time adalah waktu dimana kita menemukan makna diri kita yang sebenarnya, diri kita yang terbaik, dan diri kita yang bahagia.

Sumber : pinterest

Sumber : pinterest

Jangan sampai, kita berdalih Me Time, tapi nyatanya terjebak dalam kondisi “Lazy Time”. Kalau kelamaan gitu-gitu terus, lama-lama hidup makin tidak produktif, merembet ke perasaan tidak bahagia bahkan tidak berharga lagi. Ngenes. Mulai deh, abis itu banding-bandingin hidup kita dengan orang lain. Abis itu sirik, Naudzubillah!

Ciri-ciri aktivitas Me Time yang bisa bikin “mekar berkembang” itu, meskipun kita capek ngejalaninnya, udahannya kita seneng banget dan semacam kayak ada “nilai tambah” dalam diri kita.

Yah intinya, buat ngedapetin Me Time yang berkualitas. Kita perlu, dan harus, kenal lebih jauh siapa sih diri kita (Me) lalu apa yang dibutuhkan dalam keseharian.

Dengan begitu, momen Me Time bisa jadi ajang untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pribadi kita.

Saya bersyukur akhirnya, dengan bangga saya katakan, saya selalu punya Me Time setiap hari, saat menulis blog, saat hadir dalam setiap kegiatan di yayasan dan RBK, saat bebenah rumah, saat nyuapin anak, saat ber-youtube tentang kajian/seminar, daaaan segudang aktivitas lainnya yang “ini gue bangetttt!”.

Bersambung.

Depok, 20 November 2017
(c) Silmina Ulfah

 

Hati-Hati Hati Busuk

Diri ini lebih sering buat gimana cara merawat kulit wajah, membaguskan penampilan dan mencerdaskan pikiran. Sambil sedikit-sedikit lupa bahwa ada hati yang harus dijaga kebersihannya.

Kalau hati kita sering gelisah. Bisa jadi itu berasal dari hati yang ingin dipuji, diperhatikan, dan dipandang.

Padahal namanya hati. Kalau sudah buruk, ya buruklah semua. Ibarat kalau botol, mungkin tampak luar ia kelihatan mewah, tapi siapa sangka kalau dalamnya isi comberan.

Diri sering terkecoh dengan topeng dunia. Topeng yang justru kelak akan menghinakan diri ketika ia menguasai isi hati. Termasuk didalamnya kebanggaan terhadap status dan jabatan. Juga rasa bangga terhadap apa yang dimiliki, berharap sekalimat pujian dari orang-orang.

Orang yang sibuk dengan penilaian mahluk, sungguh hidupnya tidak akan tenang. Kalau dengan diri sendiri saja ia tidak nyaman. Bagaimanalah orang lain bisa nyaman berada didekatnya.

Merasa sudah berjasa, juga satu dari sekian banyak penyebab busuknya hati. Semoga diri ini selalu dijaga dari hal-hal demikian. Benar kiranya bahwa musuh sejati bukanlah mereka yang menyakiti dengan perkataannya atau tindak-tanduknya. Musuh sejati itu berasal dari busuknya hati.

Sungguh hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.

Menulis adalah menasihati diri sendiri.

Depok, 16 Oktober 2017

[REVIEW] Dove Original Light & Smooth Deodorant – Home Tester Club

Pas banget deodorant spray habis dan saya kepikiran buat beli deodorant lain. Kebetulan join di Home Tester Club dan dia ada nawarin produk deodorant. Nggak pakai lama akhirnya saya apply untuk mencobanya. Kali ini saya bakalan sedikit cerita dan berbagi pengalaman saya menggunakan produk Dove Original Light & Smooth Deodorant ini.

Wah, dapat dua. Yang satu untuk teman atau saudara nih.

Wah, dapat dua. Yang satu untuk teman atau saudara nih.

Saya paling suka dengan signature aroma khas dove-nya, juga kemasan yang simple namun elegan karena ada warna emas pada logonya. Aroma khas dove ini memang menjadi favorit saya dibanding deodorant lainnya. Aromanya Soft, sweet dan creamy.

Cairannya tidak membuat lengket dan melembabkan kulit ketiak, setuju dengan claim satu-satunya deodoran yang mengandung 1/4 moisturising cream. Namun memang, menurut saya ini kalau untuk aktifitas outdoor, kurang bisa menahan bau badan dari keringat berlebih. Untuk mencerahkan, saya belum lihat ada yang signifikan (mungkin karena saya baru pakai semingguan ini aja).

Loved the design!

Loved the design!

Dove ini juga tidak membuat kerak pada bagian ketiak pakaian, ini yang membuat saya suka untuk deodorant model roll on. Biasanya saya menghindari roll on (biasanya saya pilih bentuk padat atau spray) karena terganggu dengan efek samping yang diberikan. Namun Dove beda.

Lembut dan nggak lengket.

Lembut dan nggak lengket.

Sebulan kedepan, kalau memang bisa mencerahkan dan menghaluskan, saya bakalan rekomenin ke teman-teman.

Depok, 25 Agustus 2017

[REVIEW] Bumbu Instan Bamboe Asia Tom Yum – Ikan Ekor Kuning

Ketika waktu sangat sempit, bayi anda sedang tidur dan anda sangat enggan terkena cipratan minyak saat menggoreng ikan, maka Bumbu Bamboe Asia Tom Yum adalah jawaban atas segala kegundahan itu. Berbekal sisa satu wortel di kulkas dan setengah kilo ikan ekor kuning, anda bisa mendapatkan sajian yang levelnya lumayan ketimbang beli masakan jadi di warteg/warpad.

Penampakan Bumbu Instan Bamboe Asia Tom Yum. Loved the packaging!

Penampakan Bumbu Instan Bamboe Asia Tom Yum. Loved the packaging!

Rasa-rasanya, tiada salahnya ketika belanja bulanan anda menyetok beberapa jenis bumbu instan sebagai inspirasi ketika mager mulai melanda. Salah satunya bumbu instan favorit saya sih ya si Bamboe ini. Favorit karena dia nyediain aneka ide masakan yang lebih variatif ketimbang merk lainnya. Selain itu dia modelnya kayak bumbu udah ditumis gitu alias mateng.

Petunjuk penyajian dan informasi lainnya.

Petunjuk penyajian dan informasi lainnya.

Tapi kalo kata saya mah, se-instan-instan-nya bumbu instan, ini cuma enak kalo kita tambahin bumbu sendiri juga. Buat tom yum ikan ini, berikut detail resepnya dan perkiraan biaya masak (Nggak termasuk garam, gula, gas, air) :

– Ikan ekor kuning 3 pcs (Rp. 15.000,-)
– Bawang Putih 5 siung (Rp. 1000,-)
– Daun jeruk 5 lembar (Rp. 100,-) > iya emang murah, orang gopek dapet serauk
– Sereh 2 batang (Rp. 500,-)
– Wortel sebats (Rp. 1000,-)
– Lemon 1 buah (Rp. 1000,-)
– Kecap Ikan 1 sdm (Rp. 200,-)
– Kaldu Jamur Merang (Rp. 700,-) > bisa di skip
– Setengah bungkus bamboe Tom Yum (Rp. 3000,-)

Pastanya begini modelnya.

Pastanya begini modelnya.

Cara masak, liat bungkusnya plus feeling dah. Waktu masak sekitar 20 menitan dan total  biaya abis Rp. 22.500,- untuk makan 3 orang. Kan! seorang berarti kena 7.500-an doang. Kalo beli ikan di warung padang seorang kena Rp. 15.000,-. You win! and saved Rp. 22.500,- *grin*

Penampakannya! Soo, Yummy!

Penampakannya! Soo, Yummy!

Review rasa : Tom yum banget lah, dulu suka kangen kalo makan di Steamboat  yang di margonda. Tapi sejak belajar bikin sendiri, jadi ga pengen kesana lagi. Kalo ga salah inget, sekali makan steamboat (bisa buat bertiga), itu sekitaran 80 ribu deh.

Nilai buat bumbu instan ini : 4/5

Saran : Next kalo tetep mau ikan, mungkin bisa cari jenis ikan yang strukturnya lebih setrong dan nggak cepet hancur pas di rebus. Mending fillet ikan yang tebel-tebel. Variasi lainnya kalian bisa pake cumi, udang, atau olahan seafood seperti crab stick atau bakso-baksoan.

#silminarecipe #silminareview #hematinshay #tomyum #fishtomyum #bumbuinstan #makananinstan

Depok, 18 Agustus 2017

Ide Masakan Gunung #2 : Terong Goreng Tabur Cabai Bawang Pakai Tepung Bakwan MamaSuka

Jangan keder ya sama nama resepnya haha, abisan bingung mau namain apa untuk resep kali ini. Yak, ide menu masakan yang kayaknya bakal cucok sama lidahnya orang Indonesia ini bisa jadi pilihan buat lauk pas lagi naik gunung. Selain bikinnya gampang, akhirnya kita juga bisa makan makanan yang bernutrisi ini. Jangan salah, akhirnya saya cari tau juga manfaatnya ni terong, dan ternyata dia emang punya khasiat ngatur asam lambung, pokoknya ramah banget ini makanan buat di usus.

Kita ini emang harus pilih-pilih ya sayuran yang dibawa itu harus tahan sama gempetan barang-barang di tas. Dan kayaknya nih ya, terong salah satu sayur yang setrong lah. Langsung aja nih resep sama cara bikinnya.

Bahan :
– Terong Ungu 1 buah (Rp. 1000,-)
– 1/4 bungkus tepung bumbu, saya pakai Miwon Tepung Bakwan Mamasuka 250G (beli di Indomaret Rp. 5700,-) berarti sekitaran Rp. 1.500 lah ya kepakenya.
– Bawang Merah 3 siung (Rp. 500,-)
– Bawang Putih 2 siung (Rp. 500,-)
– Cabe Merah & Rawit masing-masing 2 (Rp. 500,-)
– Garam secukupnya (bawa aja dari rumah, gratis >,<)

*itu harga perkiraan ya pas yang bumbu, aslinya mah lebih murah pastinya, itu buat acuan aja.

Mamasuka Tepung Bakwan

Mamasuka Tepung Bakwan

Cara buat :
– Iris kira-kira setengah cm terong
– Aduk 1/4 bungkus tepung bumbu dengan air, di kira-kira aja sampai mengental dan bisa bungkus irisan terong.
– Goreng dalam minyak panas, inget, tunggu panas dulu si minyaknya biar bagus hasilnya. Kalau warnanya udah agak coklat, angkat.
– Cincang bawang dan cabe, goreng sampai kering dan angkat.
– Taburin ke atas terong, dan tambahkan garam sedikit.

Sumpah, gampang beud.

Sumpah, gampang beud.

Total abis Rp. 4.000,- (belum termasuk minyak goreng dan gas yah). Cukuplah buat 3 orang makan.

Resep ini bisa juga buat ide pas lagi laper banget tapi pengen yang cepet-cepet gitu, kayak tadi pagi, belom sempet ke tukang sayur, adanya ini doang di kulkas. 15 menit, kelar dan si terong ini berhasil menjadi pemadam kelaparan sayah.

Ternyata emang lebih aman kita nyetok tepung bakwan, soalnya dia rasanya nggak terlalu asin, jadi kalau buat goreng sayuran pas. Beda kalau tepung-tepung bumbu yang buat daging, dia kurang cocok buat terong ini menurut saya. Pakai mamasuka ini teksturnya juga jadi ngembang gitu tapi tetep krenyes.

Recook? Of course!

#silminarecipe #mamanusantara #hematinshay

Depok, 14 Agustus 2017