Berbait Kalimat

Aku menamaimu huruf
Sejak pertama kita kenal
Tak ada arti, selain huruf itu sendiri

Lambat laun kita berjumpa
Lagi dan lagi
Setiap hari
Sejak kemarau kedua
Ini penghujan ketiga

Aku mengenalmu sebagai kata
Mulai menarik dengan berbagai kombinasi makna
Kau mulai punya cerita
Walau terbata

Aku mulai memperhatikanmu
Memberikan pintu kecil di hatiku
Hanya daun pintu

Sudah berlembar bulan kubolak-balik kalenderku
Sudah bergeser dua hari tanggal lahirku

Lalu aku menamaimu kalimat
Mengenalmu semakin dekat
Kau menjadi sahabat

Hatiku terbuka
Akalku menolaknya
Egoku menghadang
Masa laluku menarik kebelakang

Aku memilih bungkam
Dalam diam aku membuat sendiri cerita masa depanku
Dalam cerita aku menjelma menjadi bait
Menuntun mu, kalimatku, dalam cerita kau dan aku