Bukan Sekedar Tujuan Tuan

Jadi apa tujuanmu pagi ini?, kau tahu? selama hidup ini jika kau tak pernah menanyakan pertanyaan ini kepada hatimu. Sia-sia. Sia-sia hidupmu!. Bahkan tanaman sirih tahu betul ia harus merambat, supaya tidak mati dan layu. Kau…kau manusia, bukan tanaman, harusnya lebih cerdas daripada itu.

Yang membuatmu sulit itu bukannya keinginanmu belum terpenuhi. Tapi karena kau khawatir akan hidup susah hari ini dan nanti. Kau meruwetkan pikiranmu sendiri dengan was-was tak beralasan, itu karena kau tak mengenal tujuan.

Bukan sekedar tujuan tuan, tapi tujuan Tuhan.

Kau mengerti? Ah, seharusnya kau mengerti kawan.

Desas-desus manusia membanjiri pikiranmu. Kau kemudian iku-ikut arus tersebut dengan duduk mendengarkan, sesekali memberikan komentar asal. Kubilang, tinggalkan. Sebelum nanti kau menyesal karena kau tahu kondisinya akan semakin menyeramkan. Tinggalkan desas-desus itu sebelum kau menyesal karena tidak ada yang kau bisa harapkan selain pertolongan Tuhan. Atau lebih parah, tinggalkan sekarang, sebelum kau mempertanyakan kekuasaan Tuhan.

┬ęSILMINA ULFAH | BUMIAYU, 12 APRIL 2017