Cara yang Baik

Seberapa banyak orang baik di muka bumi ini, namun bisa berobah statusnya hanya disebabkan oleh cara-cara yang kurang baik?. Seberapa banyak nasihat kebaikan, namun tak tersampaikan hanya dikarenakan cara-cara yang kurang patut?.

Allah, pernah menciptakan seburuk-buruk tempat, hingga-hingga tempat tersebut pun masyhur menjadikan sebuah zaman menjadi zaman kebodohan. Namun ada waktu yang bersamaan, ia hadirkan manusia sebaik-baik manusia yang agung pikirannya, tutur kata dan tindak tanduknya. Lalu bagaimana kemudian perlahan-lahan tempat tersebut berubah? Bagaimana kemudian zaman kebodohan itu akhirnya  musnah?

Adalah tentang “Cara yang Baik”.

Ternyata, yang paling susah untuk menjadi golongan manusia baik itu bukan hanya terletak pada apa yang mereka sangka terhadap diri mereka, atas apa-apa yang selama ini ia sudah pikirkan dan sudah lakukan, namun, menjadi manusia-manusia baik adalah tentang menggunakan cara yang baik.

Cara yang baik adalah baigian dari pembuktian bahwa Allah itu maha baik.

Bukankah semua orang sanggup memberi kesaksian bahwa Allah adalah tuhan mereka? Tapi apakah mereka sanggup memberi kesaksian bahwa Muhammad adalah utusan yang Allah turunkan untuk kita ikuti sunnahnya?

Lalu, yang seperti apa cara yang baik itu?

Minimal satu, tidak melukai orang lain.

Yaa, mungkin saja dengan cara kita orang lain merasa tercederai. Namun tetaplah berpegang pada prinsip bahwa kita akan selalu menggunakan cara-cara yang baik. Karena dalam menghadapi masalah, perkara utama bukan tentang mencari-cari dan menghakimi siapa yang salah, tapi bagaimana masalah tersebut dapat terselesaikan dengan cara yang baik.

Rumah, 27 Juni 2016