Tangga dan Amanah

Sumber : hawkradius.wordpress.com

Rasanya sudah berlalu banyak sekali hal-hal kecil yang berdampak besar dalam hidup saya yang saya lewatkan untuk dituliskan. Lagi-lagi perasaan aneh bermunculan, well… saya tahu tidak sepantasnya saya mengeluh ini itu di blog ini. Oleh karenanya saya tidak akan bicara detil tentang apa yang saat ini saya hadapi.

Apa yang akan terbesit ketika orang lain melihat sebuah tangga, dimana diujung tangga itu terdapat beraneka ragam apa yang diinginkan dalam hidup ini? Tentu orang-orang akan berusaha menaiki tangga itu. Lalu bagaimana posisi tubuh ketika kita menaiki tangga? yap, benar sekali, “sedikit membungkuk”.  Sama halnya kita, seharusnya ketika kita membungkuk (hormat) ketika diberikan sebuah amanah, artinya kita memang dianggap layak dan artinya pula, ketika kita sukses menampuk amanah maka akan Allah tinggikan derajat kita. Kita berhasil menaiki anak-anak tangga dan akan kita jumpai apa yang kita inginkan.

Naik tangga bukan perkara mudah, naik tangga artinya kita melawan gravitasi. Akan begitu banyak kendala, semakin besar amanah yang kita pikul, tentu akan semakin berat langkah kita ketika menanjak. Belum lagi kita harus ekstra hati-hati, karena beban yang kita bawa bisa saja menjatuhkan kita.

Yang menarik, posisi orang turun tangga adalah tegak. Artinya penurunan amanah bukanlah hal yang harus kita sesali seumur hidup, tetap tegak. Bisa saja Allah menurunkan kita dengan melesatkan kita, menghantamkan kita sampai ke dasar tanah.  Akan tetapi, Allah memiliki banyak cara untuk melihat keteguhan iman kita dengan mengambil kembali “kebesaran” amanah yang ada pada kita.

Begitulah Allah menitipkan pelajaran pada setiap ciptaan-Nya, tugas kita adalah membacanya. Jangan sia-siakan akal dan hati yang Allah titipkan kepada kita. Lihatlah laut, maka kau akan belajar tentang keagungan Ilmu Allah. Lihatlah gunung, maka kau akan belajar tentang keteguhan ciptaan-Nya. Atau rasakanlah angin, maka kau akan belajar tentang ketaatan.

Life of Pi

Tepatnya sudah hampir 8 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya aku melihat novel ini. Awalnya, hanya melihat cover-nya saja aku enggan membaca. Ya, dulu aku tidak suka buku yang tidak ada gambarnya, atau katakanlah itu novel. Membosankan, pikirku. Dan tepatnya pula sudah beberapa bulan lalu saya menambahkan film dengan judul yang sama, dan dengan alasan terlalu banyak aktifitas aku tak sempat menontonnya. Akhirnya dengan rasa suntuk yang sangat menyerang, barulah tadi malam aku sempatkan menonton film berdurasi 127 menit ini. Silahkan baca plot cerita di sini. Dan yang  membuatku terkesan adalah bahwa Pi mampu bertahan hidup selama lebih dari 200 hari dilautan dengan seekor Richard Parker 🙂 , (Survival 4 hari di hutan tropis saja sudah membuat sengsara dan dehidrasi parah, apalagi ini- ngeri) . Harimau yang membuatnya ketakutan setengah mati, sekaligus mampu menjadi alasan untuk tetap hidup. Padahal aku berharap PI dan RP (Richard Parker) akan menjadi teman selama-lamanya, ini endingnya RP pergi begitu saja tanpa menoleh ke belakang saat sekoci mereka terdampar di sebuah pulau, nangis bombai aku dibuatnya.

Pada bagian awal film, ada quotes yang menarik perhatianku.

“Keraguan itu berguna, karena itu membuat iman terus hidup. Lagipula kau tak akan tahu betapa kuat imanmu, sampai imanmu diuji.”

Oke, ini mengajarkan kepadaku ketika kau ragu, itu artinya kau hanya perlu belajar. Perlu iqro, bahwasannya Tuhan yang Maha Ada itu sedang berbicara lewat segala yang ada dihadapan kita. Lewat motor yang tiba-tiba tergelincir didepanku, lewat sariawan di ujung lidahku yang sudah hampir seminggu membuatku malas makan atau lewat rintik hujan yang menghujam punggung tangan seperti ratusan jarum saat mengendarai motor dengan kecepatan lebih dari 60 km/jam.

Alam adalah ayat Tuhan. Rasa sakit atau rasa bahagia bisa menjadi dua hal yang sangat mempengaruhi hidupmu. Tentu kau ingin bahagia selamanya. Tapi ingatlah, ketika kita mengaku percaya Tuhan, ketika itu pula kau akan menemukan berbagai “ujian”.

“Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” (QS Al-Ankabut:2-3)

Bahkan sebenarnya, kau mampu menemukan Tuhan dimana saja. Termasuk di film ini.

Mau Kemana Kalau Allah yang Memalingkan?

sumber : wikipedia

 

Aku akan memalingkan (dari petunjuk) orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. 

Mereka (adalah yang) jika melihat tiap-tiap ayat(Ku) , mereka tidak beriman kepadanya. 

Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, 

tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. 

Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya

[7:146] Al-A’raf 

Kalau hati sudah dipalingkan Oleh-Nya
Dan hati dijadikan keras daripada-Nya
Maka kemana lagi kau akan mengarah
Karena kasih-sayang-Nya saja kau tak punya?

Yang kaya itu bukan tahta harta,
Yang mulia itu bukan mereka yang hura-hura
Taati Allah dan Rasul-Nya, maka segala aral tidak akan membuat hati menderita
Ikuti Alquran-Nya, maka kebenaran akan bisa tegak sesuai syariat-Nya

Datangkanlah ayat yang serupa, jika kau memang yang paling benar adanya.

Edisi baca ayat 7:146 – Juz 9

Siap-siap akhir pekan, tapi jangan sampai berhenti saling mengingatkan 

Salam damai 🙂

Buyar

Sabar dan Sholat adalah solusi

Sedikit demi sedikit, aku menipu waktuku sendiri dengan kegiatan sibuk “ekstra” setiap harinya. Yang menjadikan jatah membaca dan menulisku menjadi sangat terpuruk. Padahal, tahun ini sangat banyak momen yang kuingin bagikan, banyak hal yang aku ingin ceritakan. Dulu, tepatnya ketika aku masih bekerja kantoran, aku lebih serng menulis, di kereta terutama. Waktu menunggu kereta kulalui dengan membaca atau menulis, terlebih momen-momen ribuan manusia yang kutemui dan berbeda setiap harinya, mereka mampu mengangkat isu-isu kecil yang selalu menarik untuk dituliskan.

Kebiasaan yang sudah dipupuk ternyata mampu dimusnahkan dalam hitungan hari. Sedetik pikiran sia-sia mampu membuyarkan seluruh ide cemerlang yang seharusnya kutuliskan, ditengah kehidupan sekarang dimana kebajikan yang sekarang semakin sedikit terbagikan. Apa aku sanggup? apa sebaiknya aku tolak amanah-amanah baru yang hadir padaku setiap harinya? Apa yang harus aku korbankan?

Uang, waktu atau perasaan?

Yang orang  lain lihat pada diriku mungkin belum bisa menceritakan apa yang ada didalam kepalaku. Oh, Tuhan Yang Maha Semuanya, izinkan hamba untuk melakukan purna yang lebih baik dari ini, dengan memurnikan ketaatan. Jadikan cacian yang datang sebagai penopang semangat dan pujian sebagai bahan bakar cintaku pada-Mu sampai akhir hayat.

Obat hati memang tidak dijual di apotek yang kutemui sepanjang perjalanan menuju rumah-Mu. Karena obat hati adalah usaha yang tiada henti, sholat dan sabar, kata-Mu. Begitu congak-nya hamba ketika menjadikan perasaan menjadi acuan pembenaran. Tidak tuan, kali ini perasaan hanya sebagai perhiasan saja (kukatakan pada diriku sendiri), aku sudah menempanya, kini perasaanku tahu betapa kerasnya aku melawan hawa nafsu. Hawa nafsu mengerikan didunia, mencintai manusia tanpa berharap ridha-Nya.

Tidak ada yang mampu mengasihi dan menyayangiku selain Allah azza wa Jalla, Dia mencintai tanpa sebab apapun, dan aku hanya perlu menjadi diri sendiri yang taat agar aku bahagia dan mulia disisi-Nya. Sesempurna-sempurnanya cinta. Aku sudah bolak-balik istighfar atas kelalaian aku terdahulu. Allah-lah, yang mengajarkan sebaik-baik mahluk adalah mahluk yang taat, sesempurna-sempurnanya harta adalah yang disedekahkan , sebaik-baiknya waktu adalah yang dimanfaatkan dan sebaik-baiknya pasangan adalah dia yang mendekatkan diriku pada-Nya.  Pada Allah saja.

Aku sampai malu berjanji dan tiba-tiba malu dengan resolusi. Untuk belum kucetak besar dan kupajang di kamar. Saat ini, hanya ingin perbaiki sholat dan sabar. Itu dulu.

Semoga berkelanjutan.

“Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat” (QS. Al Baqarah: 45)

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 153)

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS Al mu’min : 60)

Box and Cable

16 April 2013, Taman Mini Indonesia Indah – Jakarta

awan

Ketika kau merasa sendiri, ketika kau berada pada perbatasan pencapaianmu, ketika kau merasa kerdil dan berada dalam kondisi hampir mati…

“Berpegang teguh-lah pada Tali agama Allah” [Ali Imran : 103]Continue Reading

Sudah Pernah

Sudah datang kepada kamu ayat-ayat Allah
Lalu diantara kamu melupakan
Maka pada hari ini sebagaimana kamu melupakan-Nya
Maka Dia akan melupakan kamu

~Inspired by Thahaa

Mau Umroh Kapan?

Tens of thousands of Muslim pilgrims moving around the Kaaba, the black cube seen at center, inside the Grand Mosque, during the annual Hajj in Mecca, Saudi Arabia, Saturday, Nov. 13, 2010. The annual Islamic pilgrimage draws 2.5 million visitors each year, making it the largest yearly gathering of people in the world.(AP Photo/Hassan Ammar)

Tens of thousands of Muslim pilgrims moving around the Kaaba, the black cube seen at center, inside the Grand Mosque, during the annual Hajj in Mecca, Saudi Arabia, Saturday, Nov. 13, 2010. The annual Islamic pilgrimage draws 2.5 million visitors each year, making it the largest yearly gathering of people in the world.(AP Photo/Hassan Ammar)

“Mau Umroh Kapan?”

“Haji aja belum..”

Kira-kira begitulah hasil Continue Reading

Gombal #1

Demi kerikil tajam yang ku pijak pada pendakian awal tahun
Aku akan tetap memilih jalan ini meski terjal tak habis dalam beratus tahun

Demi rerantingan yang menggores wajah
Aku akan berusaha dan berdiri dengan gagah
Walau kau, kekasih hatiku tak suka

Akan ku korbankan dengan sepenuh harta dan jiwa
Sebagai tanda cintaku pada yang maha Esa

Lidah

Terima kasih Allah
Kau jadikan apa-apa yang kumakan nikmat rasanya
Tak pilih pilah
Terserah mana saja
Padahal kehendak-Mu adalah milik-Mu
Boleh jadi kau jadikan apa yang kumakan menjadi pahit, menjadi rasa basi, menjadi masam dan apapun,

Lidah ini masih berkata zalim
Lidah ini masih berkata tanpa makna
Bahkan diamnya pun menyakiti

Ampun Allah
Terima kasih Allah
Bimbing aku ya Allah

Pesan Untuk Yang Mulia

Walaupun sudah kukerah semua amarah
Sudah kuteriakkan sampai menggema dari segala arah
Namun mereka tidak mendengar
Aku hanya ingin keadilan!
Batinku seperti hendak menyeruak melewati rusuk
Aku geram!

Para hakim lupa mengalibrasi timbangannya
Hingga iya cenderung ke satu arah
Mudah goyah
Atau lebih tepatnya, mudah diarah

Mata mereka terbuka, tapi buta
Mereka punya telinga, tapi tidak mendengar suara
Mereka punya pikiran tapi tidak difungsikan
Mereka punya hati, tapi tidak nurani

Para hakim kini senang ditipu
Ditipu oleh perihal kesementaraan
Oh yang benar saja!
Mereka punya kasta tinggi di dunia
Tapi mereka masuk kepada orang kebanyakan
Baca saja Al-Quran,
Didalamnya berulang dituliskan,
“…Kebanyakan mereka tidak mempergunakan akalnya”

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya…” (Al Isra:36)