Cahaya dan Mata Terbuka

9

 

 

Bayangkan anda berada pada kamar gelap. Lalu buka mata anda, tentu masih gelap. Tak dapat melihat apa-apa, hanya gelap.

Tenyata bukan karena mata terbuka, kita bisa melihat dunia dan seisinya. Tapi peran cahaya, yang membuat mata bisa melihat apa yang ada dihadapan mata. Ternyata bukan karena kita bisa melakukan apa saja, kita bisa bahagia dan menaklukkan dunia. Tapi peran “cahaya” yang membuat hidup lebih punya makna sehingga kau selalu punya alasan untuk tetap berjalan diatas jalan-Nya.

#LatePost : Akad Mila 2013

Fotografi adalah hal yang kusukai sejak kecil, atau lebih tepatnya kalau diingat-ingat pertama belajar photoshop itu ya pas duduk di bangku SMP. Ada rasa senang yang kurasa ketika melihat-lihat gambar yang bernama foto itu. Entah itu objeknya manusia, pemandangan, benda-benda bahkan bayangan sekalipun. Aku suka.

Adalah sebuah kehormatan, ketika ada permintaan untuk menjadi bagian dari momen sakral seseorang. Aku diminta menjadi orang yang mendokumentasikan upacara akad nikah adik temanku. Mila namanya. Dan inilah official project pertamaku jadi tukang foto akad nikah. 🙂

Jelas, masih jauh dari sempurna. Ngomong-ngomong, aku punya rekomendasi fotografer yang kece, aku menjulukinya “fotografer anti mainstream”,jelas pilihan yang tepat untuk kamu yang ingin mengabadikan momen terindah dalam hidupmu 🙂 . Silahkan baca reviewnya disini >> Alienco Photography

Nah, berikut hasil jepretan (belajar) sayah 😉 . Untuk edit, saya masih pake software PS 7 yang portable itu. Mode vintagenya juga masih manual settingnya 😀 (tumpuk-tumpuk layer) *efek RAM gak gak gak kuat* 😛

Mila 1 Mila 6a Mila 9 Mila 11 Mila 13 Mila 14 b Mila 22 Mila 23 Mila 24

Bagi kritik sarannya ya 😀

Cerita Maknyak, Zuko dan Burik

ku

Zuko menatap Burik, ia tahu ia harus minta maaf karena malam tadi ia mencakar-cakar wajah Burik saat ia sedang menyusu.

ku2

“Entahlah..” Batin Burik mengabaikan Zuko karena kejadian itu sudah terlampau sering terjadi.

ku3

Faktanya adalah, bahwa Burik lebih kooperatif saat menjadi model.

ku4

Maknyak mungkin ingin memamerkan bulu-bulunya yang sekarang jauh lebih kece dibanding pertama kali ia datang di rumah kami. Atau mungkin juga maknyak mau selfie

Alienco Photography : Foto Wedding Anti Mainstream

Desember kemarin banyak sekali teman-teman yang melangsungkan pernikahan mereka, well, gak bisa dipungkiri juga, gegara aku suka share-share foto wedding lewat facebook-ku, aku jadi dianggap paling ngerti tentang hal yang satu ini. Beberapa teman juga menanyakan apakah aku punya kenalan fotografer yang bisa moto-moto untuk hajat mereka, langsung deh sigap nyebutin Alienco Photography. Sebetulnya ada tiga tema yang disuguhkan oleh Alienco Photography yang bisa kita pilih yaitu, ada Vintage, Colourful dan Strobist. Tinggal kita tentukan sesuaikan aja dengan selera kita.

Yang paling unik dari Alienco adalah angle atau sudut pengambilan gambar yang gak biasa dan komposisi gambar yang “beda”,  serta yang gak kalah penting adalah momen-momen yang bisa ter-capture sempurna yang gak cuma si pengantinnya, tapi juga tetamu, keluarga dan hal-hal yang mungkin si pengantin nggak tau pas acara berlangsung, baik candid look atau tidak, yang jelas bakal  bikin kita selalu bisa menarik momen itu dan bernostalgia. Ciee.. uhuk 😛

Kali ini aku bakal pilihin beberapa foto gaya vintage-nya Alienco (karena ini tema favorit aku, hehe 😀 ) yang merepresentasikan gaya dokumentasi pernikahan ala Alienco Photography.

alienco

Foto yang model begini nih yang aku bilang unik dan momennya pas, karena kalau dulu era kamera film, kita harus sayang-sayang sama jatah moto, jadi momen begini biasanya jarang banget ketangkep untuk didokumentasikan.

alienco2

Pengen juga kan kalau kita punya dokumentasi yang komposisinya ala-ala foto koran alias pake angle khas jurnalistik.

alienco3

Alienco Photography menawarkan keindahan momen yang pastinya kita gak mau lupain, hiks. 😛

alienco4

Mewah atau sederhananya pesta pernikahan kita, yang paling penting adalah “cara mengemasnya”, jujur dalam berekspresi adalah kunci utama dalam keindahan sebuah fotografi, dan Alienco Photography tau betul itu. 😀

alienco5

This is the one of most favourite picture, entah kenapa selalu suka lihat foto model begini, ide-ide untuk mengabadikan yang brilliant! Good Job Alienco!

alienco6

Biasanya suka blogwalking photo-blog orang luar negeri yang isinya foto-foto vintage super keren, eh ga taunya Alienco Photography juga bisa mengabadikan momen model begini, dengan pencahayaan pas, membuat foto ini terlihat nyaris sempurna.

 alienco7

Ini nih yang aku bilang sudut-sudut pengambilan yang santai kece. Pernah sih ngikutin presiapan temen yang mau nikahan, yang pastinya hectic kan yah pas hari H, jadi boro-boro mau ngatur si pengantin buat gaya ini itu, yang ada si pengantin udah keburu rempong sama urusan yang lain. Tapi Alienco bisa loh, dapetin gaya model begini. hehe.

 alienco8

Foto hitam putih selalu menyimpan lebih banyak cerita untuk kita deskripsikan sendiri.

Kira-kira itu dia sementara review aku untuk foto pernikahan yang bagus, jadi untuk kamu-kamu yang lagi cari referensi foto wedding alias pernikahan sekitaran Jabodetabek + Bandung, kamu bisa pakai jasa foto Alienco Photography. Ngomongin biaya, aku punya sih pricelistnya, dan kalau aku bilang untuk kualitas yang begini, aku akan bilang biayanya relatif terjangkau. Silahkan email aja ke silmina.u@gmail.com kalau mau tau harganya atau langsung kontak yang infonya ada di web-nya. Kunjungi juga  Page Facebook-nya.

Weekly Photo Challenge : Nostalgic

kayu

 

Segala sesuatu yang jauh pada masa lalu bukan berarti ia usang
Tapi hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihat keistimewaannya
Mereka menyebutnya dengan klasik dan antik

Sama, seperti manusia
Boleh jadi kita anggap diri ini sudah tidak bernilai di mata banyak manusia
Oleh karenanya, carilah orang yang mampu melihat keistimewaan kita
Lalu mereka akan berusaha untuk mendapatkan kita dan menjaganya

-Silmina

Weekly Photo Challenge: Nostalgic
by Cheri Lucas Rowlands on July 5, 2013

 

Jalan Sehat Bunderan HI – Taman Menteng #OnTheStreet

yuki

Yuki Wirabagja. Bendahara Goodlife sekaligus Kordinator acara jalan sehat

tidur

Potret Mainstream Kota Jakarta, Taman Menteng – Jakarta

tahukah

Sebuah banner dari salah satu komunitas anti korupsi pada acara Go Rights yang diadakan oleh Trax FM

sepi

Suasana car free day seputaran Bunderan HI, seberang Menara BCA, Jakarta Pusat

sepedah

Para pesepeda yang turut meramaikan momen car free day

onthel

Peserta komunitas onthel yang turut berpartisipasi pada acara Go Rights yang diadakan oleh Trax FM

patung

Galeri patung kayu yang ditampilkan oleh Idealist Project

bazae kamera

Whoaaa… gear jaman dulu #IdealistProject

kayu

Juara banget desainnya, kayu-kayu gitu #IdealistProject

kamera2

#IdealistProject

kamera

Mau satuuu ajah #IdealistProject

idealist

Booth #IdealistProject

dayak

Potret kebudayaan

betawi

Potret kebudayaan : Antara Betawi dan Madura

father

#BahagiaItuSederhana

bunga

Kamboja waktu Dhuha

Selayang Pandangan di Stasiun Sudirman

1

Kalau ditanya sejak kapan saya suka dengan fotografi, mungkin saya menjawab ketika SMP, saya begitu kagum dengan foto-foto yang ditampilkan  di Koran Kompas, entah…ketika melihat foto-foto terutama ketika hari Minggu tiba dibagian humaniora. Saya suka dengan yang akhirnya saya kenal dengan komposisi, ya..komposisinya tidak biasa, sudut pengambilan foto juga tidak biasa, dan dapet banget point of interest-nya,  gambarnya bercerita walau hannya hitam putih dan pada saat itu juga saya begitu mengagumi fotografi hitam putih.

2

Sampai saat ini kesukaan saya pada foto hitam putih pun tidak berubah dan berkembang, saya menyukai streetphotography dan foto candid.

3

Nah kali ini saya akan share tentang gambar yang saya ambil di stasiun sudirman sepulang dari Thamrin City. Saya sendiri belum mahir menggunakan mode manual untuk pengaturan fokus, fyi saat ini saya terpaksa menggunakan mode manual untuk pengaturan fokus karena otomatis lensa bawaan kamera saya sudah rusak 😀 .

4

Sudirman, stasiunnya para karyawan. Designnya minimalis, abu-abu, konservatif. Setuju aja sih kalau mau pasang stiker himbauan apapun, tapi kok ya saya lebih setuju kalau tata peletakannya lebih rapi dan bersih 🙂 . *kenapa jadi kritikus gini*

5

Suasana sepinya stasiun sudirman ini hanya bisa kita nikmati hanya di-jam makan siang dan hari libur. Kalau mau liat fenomena manusia berebut eskalator silahkan bawa kamera anda pada pukul antara jam 7 – 8 pagi 🙂

8

Siang-siang di stasiun sudirman

9

Lantai stasiun keramik, membuat stasiun Sudirman terlihat bersih dan rapi

10

Kalau saya taksir, sebelah kiri karyawati (abis dari gedung perkantoran), sebelah kanan wirausahawati (abis dari thamrin city) 😛

11

Himbauan yang mainstream 😛

Terima Kasih Hijab Day 2013!

Selamat!

Berdasarkan penjurian yang dilakukan oleh Tim Hijab Click dan Komite
Hijabers Community Jakarta pada Hari Sabtu Tanggal 11 Mei 2013, karya
anda terpilih untuk menjadi salah satu Foto Karya Terbaik yang akan
dipamerkan di Photo Exhibition pada Grand Launching Hijabers Community
Jakarta “Hijab Day” pada.

Hari.tanggal    : Sabtu, 25 Mei 2013
Tempat  : Skeeno Hall, Gandaria City.

Berikut karya-karya ang terpilih:
•       • Hijab Is Not A Barrier For Me (Ratu Pratiwi Ramadani)
•       • More Than Just Hijaber, I’m The Great Women (Ratu Pratiwi Ramadani)
•       • Panjat Pinang (Gerdie Hutomo Nurhadi)
•       • Penjual Sayur(Gerdie Hutomo Nurhadi)
•       • Ibu Penjual Kopi Di Monas (Silmina Ulfah)
•       • Desainer Muslimah (Sinthiani)
•       • Model Muslimah (Sinthiani)
•       • Ketika Berjilbab Adalah Suatu Kewajiban (Dede Sudiana)
•       • Berhijab Tidak Membatasi Aktivitasku (Dede Sudiana)
•       • Syiar (Rizka Anggraini)
•       • Tramsferring Knowledge (Elsa Nabila Rahmi)
•       • Teaching Orphans (Elsa Nabila Rahmi)
•       • Penjaga Sastra (Adzkia Andraini)
•       • Are You Preparing For Your Masterpeice, Miss? (Adzkia Andraini)
•       • Calon Guru Paud (Destya Pinandhita)
•       • Tampil Tari Saman (Hana Shady)
•       • Melukis Wajah (Aditya Nugraha)
•       • Sosok Seorang Desainer Sharing Ilmu (Shinta Dewi)

Setiap peserta Photo Exhibition Hijab Click masing-masing mendapatkan
Goodie Bag dari HC JKT yang dapat diambil pada acara Hijab Day.

Hijabers Community Jakarta.mengucapkan terimakasih atas partisipasinya
mengikuti lomba fotografi “Muslimah Berkarya”.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

 

Waa.. senangnya, untuk pertama kalinya ikut lomba fotografi dan untuk pertama kalinya saya mendapatkan sebuah apresiasi di Hijab Click Competition, sebuah perlombaan fotografi yang diadakan oleh HC Jakarta (Hijabers Community Jakarta) pada rangkaian acara Hijab Day 2013 . Meskipun bukan pemenang utama ataupun menjadi pemenang favorit dengan like terbanyak, hehe.. *selisihnya hanya beberapa puluh jempol saja padahal hihihi* Saya super senang sekali sodara-sodara. Perlombaan bertemakan “Candid Shot Muslimah Berkarya”. Foto diambil secara candid , yaitu muslimah yang sedang melakukan kegiatan/ aktifitas sehari-hari. Karya foto tersebut diharapkan dapat menunjukan bahwa memakai hijab tidak membatasi kreatifitas dalam bekerja, berkarya maupun melakukan aktifitas sehari-hari.

Setelah membaca poster pengumuman pengadaan lomba,  saya pun langsung browsing di laptop saya, menilik foto-foto candid yang mungkin bisa saya ikutkan, dan foto itu jatuh ke foto Ibu-ibu penjual kopi di Monas, foto tersebut adalah foto tahun 2012  yang saya capture waktu hunting bersama mbak cici dan Irma, ceritanya waktu itu kita menetapkan sebuah tema yaitu : Mengejar Senja Jakarta, #sokpuitis.Kita memilih Monas sebagai lokasi hunting utama. Foto yang saya kirimkan menggambarkan seorang Ibu penjual kopi yang sedang berhenti sejenak untuk melihat-lihat calon pembeli, saat itu memang hari minggu, tapi Monas sudah tak begitu ramai karena hari sudah menjelang maghrib. Sebagai hadiahnya, 15  karya terpilih mendapatkan goodie bag yang berisi tas dari Tressme dan 6 botol ukuran besar shampo Clear yang merupakan sponsor acara. Dan ke-17 foto tersebut dipamerkan pada saat acara. Terima Kasih Hijab Day 2013!

silmina
Bersama foto saya yang dipamerkan
Foto yang saya ikutkan
Foto yang saya ikutkan

Semoga kedepannya saya bisa lebih sering lagi ikutan kompetisi foto 🙂 .

Danbo Jalan-Jalan Ke Taman Mini Indonesia Indah

Siapa yang belum pernah jalan-jalan ke TMII? pasti semua pernah toh? kali ini saya akan membagikan tentang pengalaman si Danbo yang berfoto-foto di TMII waktu hunting bareng sama anak Tiang Lampu Photography. Saya jarang sekali menggunakan mode manual, di komunitas ini saya dan teman-teman belajar bareng  melatih feeling untuk pengaturan manual di kamera DSLR. Ternyata belajar manual itu betul-betul harus sering berlatih, cahaya luar pengaturannya seperti apa, fokusnya berapa, ISO-nya berapa. Oh iya sudah beberapa bulan lalu lensa kit bawaan saya tidak bisa autofocus, alamat beli baru (Aamiin). Sebelumnya saya juga sudah meng-upload foto dilokasi yang sama dengan tema Aku, Box dan Kabel hehehe Dan ini-lah hasil jepretan saya.

Danbo sedang berfoto di tepi danau nusantara TMII
Danbo sedang berfoto di tepi danau nusantara TMII

 

Close Up
Close Up
Danbo Tinular
Danbo Tinular
Danbo Di Tangga Kalimantan
Danbo Di Tangga Anjungan Kalimantan
Danbo Di Tangga Kalimantan
Danbo Di Tangga Kalimantan

Ernest Hemingway: “You take great photos, what camera do you use?”

Irving Penn: “You write great books, What typewriter do you use?”