Box and Cable

16 April 2013, Taman Mini Indonesia Indah – Jakarta

awan

Ketika kau merasa sendiri, ketika kau berada pada perbatasan pencapaianmu, ketika kau merasa kerdil dan berada dalam kondisi hampir mati…

“Berpegang teguh-lah pada Tali agama Allah” [Ali Imran : 103]Continue Reading

Levitasi…Lagi

Meskipun terkadang aku  menyukai basa basi
Namun yakinlah kalau itu hanya caraku agar kita dapat saling melihat, dalam dua sisi

Seperti foto-foto ini
Katanya levitasi
Unik. Pikirku saat pertama kali melihat foto-foto Natsumi*
Aku lupa menyisipkan cerita, akupun tidak berimajinasi
Inilah, (yang katanya) Levitasi

IMG_0146 481760_4565864478211_329922554_n 393336_4565926399759_259612683_n 393336_4565926359758_1528529765_n 393336_4565926279756_1406357979_n 393336_4565926319757_292070098_n

NB : *http://yowayowacamera.com/

Taman Menteng – Desember 2012

(Belajar) Levitasi

Levitasi merupakan salah satu teknik fotografi dimana objek diambil seolah-olah ia melayang (mampu melawan gaya gravitasi), tanpa alat bantu. Berbeda dengan teknik Jump Shoot yang  memang sang objek digambarkan melompat. Semoga foto levitasi berikutnya bisa lebih bagus lagi. (Secara ni foto masih ngeblur gitu bagian bawahnya). Salam Ceklik! (Apasih)

Warna Jakarta

“Kalo lagi rame penghasilan sih bisa dapet sampe Rp. 100.000, mesti “bayar” juga kalo lagi ada yang patroli”

“Pantang pulang sebelum petang, demi anak-anak yang kenyang”

“Karena dibalik kebersihan ada sebagian iman”

Retro Beach

Pantai adalah satu dari sekian maha karya-Nya yang paling nyata, sebuah lukisan penyejuk mata, bahkan semilir angin dan desiran airnya mampu menjernihkan pikiran dan hati kita. Duduk saja ditepiannya, niscaya kau akan menemukan betapa Indahnya Tuhan kita ini. Bermeditasi-lah, di tepi lautan. Di Pantai.

Menghilang dalam Ke-Ada-an

 

Seakan menghilang saat bayangan siang, simfoni langkahmu menjauh bersama sederet mimpi yang telah kususun rapi. Bersama langkah itu pula, lagu-lagu cinta yang sering mengiringi hari semakin tak bersuara, melambat, lalu hilang, sepersekian saat.

Seakan tak percaya lagi dengan Happily ever after, ruang hati ini seakan tak berlampu, begitu gelap, lembab, seperti gudang anggur. Tampak mahal namun tak berpenghuni, karena ruang ini terkunci, dari luar.

Kau adalah senja. Tampak indah dari kejauhan, tapi tak terlalu  jauh. Bagai intersection redupnya siang saat berganti malam, begitu melesat, cepat, bahkan ku tak sempat mencatat.

Kau  menghilang, tapi kau ada.

Tentang Senyum

Tersenyum katanya memancarkan kecantikan sejati…
Entahlah…ironisnya produk-produk kecantikan semakin bertebar.
Bahkan semakin banyak pula klinik yang menawarkan operasi plastik,
Hey… sekarang jamannya Go Green, dimana-mana orang mah ngurangin penggunaan plastik #eh.

Ya begitulah, senyum… si pembuat rileks otot wajah, yang faktanya, saat tersenyum hanya dibutuhkan 17 tarikan otot wajah, sementara untuk wajah cemberut/marah, otot wajah akan tegang karena dipaksa menarik 32 otot. Gak heran banyak yang bilang kalau senyum itu, obat awet muda.

Pernah senyum saat luka?
Senyum saat duka?
Seyum saat jiwa sedang membara?
Saat dunia seperti tak berpihak pada kita?
Bahkan saat orang-orang terdekat mengkhianati kita?
Teruskanlah..

Karena kelak luka tak selamanya…
Duka kan berganti suka…
Dunia akan merangkul kita…
Mereka akan kembali pada kita…
Oleh karenanya…Tersenymlah…

Tak Usah Payah

Gedung Pewayangan – 22 Oktober 2012

Usah kau tanyakan drama apa ini
Karena niscaya aku hanya tersenyum seperti ini…

Usah kau pusingkan tentang akhir cerita ini
Karena membiarkan warna-nya menari di mata ini
Punya kisah tersendiri

Bekerjalah

11 Februari 2012 - D'Kandang - Depok

Kelak, punggung ini akan bersaksi, bahwasannya raga ini telah lelah bekerja.

Kelak, tangan ini akan bercerita, tentang massa yang telah diangkatnya.

Kelak, kaki ini akan berkisah, tentang kuda-kudanya.

 

Lakukan pekerjaanmu dengan penuh cinta.

Maka kelak semua kan menjadi indah.

Karena susah payah dalam bekerja itu, Ibadah.