Belantara Tanda Tanya

Belantara tanda tanya

Mengapa mimpi ada jika nyatanya tak bisa menjadi nyata?

Jika memang begitu, benarlah adanya bahwa kau adalah kenyataan yang tiada

Tak cukup cinta, tak cukup dengan bertanya, maunya bagaimana.

 

Dalam belantara tanda tanya

Kukerjakan segala rupa agar kita agak serupa

Jika sudah begitu, sudah memang beda itu sebuah kewajaran paling ada

Tak perlu gulana, cukup terus berdoa, maunya bagaimana

 

Depok, 6 Februari 2016

 

 

 

Tanda Kehidupan

Kita selalu punya ruang untuk berbincang. Dalam doa yang terucap diatas sajadah pada malam panjang. Dalam tengadah, bermohon pada Sang Maha Penyayang.

Kita selalu dapat berinteraksi walaupun dalam dimensi sepi. Dalam syair yang teruntai dari suci hati. Doa itu berbunyi, agar kehidupan kita ini senantiasa diberkahi.

Bukankah air mata itu tanda kehidupan. Bahwa memang, hati masih memiliki perasaan?

Depok, 5 Februari 2016

Kau, yang Perkasa

Hutan pinus
Aku menatap tanah
Memandang langit
Begitu terus bergantian

Kunang-kunang berkeliaran
Suara gemerisik daun kering
Sesahutan para insekta
Dan semilir angin dingin

Aku menemukan diriku yang berbeda
Tidak peduli dengan dunia kota
Menemukan rasa takjub karena kejujuran yang hutan ajarkan
Merasakan selemah-lemahnya rasa dari curamnya langkah

Aku menemukan diriku yang lain
Yang merindukan rasa ingin sendirian bersama alam
Perasaan magis yang membuat air mata,
Mencari muaranya

Nafasku menjadi permohonan ampun padaNya
Letihku menjadi pengakuan keperkasaanNya
Tangisku menjadi rasa syukur yang tiada terkira
Sakitku menjadi perasaan hina dihadapanNya

Tuhan, mahlukmu ini, memang bukan apa-apa

 

Depok, 3 Desember 2015

Kita Sama-Sama Belajar

Kita sama-sama belajar
Belajar menginginkan dengan cara yang benar
Belajar menyayangi dengan kebaikan
Belajar mencintai dengan doa yang diuntaikan

Kita sama-sama belajar
Untuk bisa menjadi manusia pembelajar
Manusia, kau dan aku punya segudang kesalahan
Sekarang dan kedepan, kita betulkan

Kita sama-sama belajar
Bukan untuk menjadi merasa paling benar
Mari, saling ingatkan dalam kesabaran
Melibatkan Tuhan dalam segala lini kehidupan

 

Depok, 1 Desember 2015

Ah, Kamu.

Digenggam, dilepaskan dengan tali ikatan, bebas menarik kapan saja karena tahu, dibagian sana biasanya akan selalu merespon, apa-apa yang dikirimkannya. Janganlah kau uji manusia sedemikian berat, kau tidak tahu apa yang saat ini sedang ia perjuangkan dalam hidupnya, tidak berat-berat amat mungkin bagimu. Tapi baginya, seolah berdiri ditepian jurang yang dibawahnya ada kolam piranha dan masa lalu yang tidak mengasyikkan.

Bisa jadi, dia sudah rela lapar. Barangkali, dia sudah mengupayakan yang terbaik untuk bisa menghadiahkanmu dengan benda-benda murahan yang dibeli dengan sekuras tenaga.

Ah, manusia. Kau sudah menggenggamnya, kau tahu dia punya maaf yang besarnya melebihi cintanya.

Depok, 28 November 2015

7,2 Juta Detik

Apa kabar tulisan? Apa disana ada yang merindukan? 

Kita ini sudah 7,2 juta detik saling kenal. Sebanyak detik itu pula, dalam sadar dan tidak sadar kita berkomunikasi. Dalam bentuk saling bersahutan, bincang dalam impian, atau dalam bentuk doa-doa untuk masa mendatang. KIta tidak pernah berniat saling mencari awalnya, padahal.

Apakah kita dipertemukan akibat doa-doa yang sudah kita panjatkan? Atau dipertemukan karena ketidaksengajaan penentuan keputusan? Atau bahkan, karena kebingungan?

Entahlah.

Yang jelas disini aku sepeti merasakan sesuatu yang mungkin banyak orang beri nama “Sayang”.

Depok, 29 Agustus 2015

Belum Pernah

Aku belum pernah mengenal orang yang lebih buruk daripada diriku sendiri
Mereka bilang, orang-orang yang buruk itu adalah mereka yang tidak mengenal Tuhan
Tidak menyertakan Tuhan kedalam setiap gerak langkahnya, pemikirannya
Lalu aku, masih bermaksiat bahkan sembari mengingatNya
Berharapkan Tuhan memaafkan apa yang kulakukan

Tuhan, seperti apakah tempat untuk manusia seperti aku kelak?
Tuhan, ampunkan.

Depok, 26 Juli 2015

Menetap dan Teguhlah

Yang tampak benar belum tentu baik
Yang tampak baik belum tentu benar

Pun..

Yang tampak salah belum tentu buruk
Yang tampak buruk belum tentu salah

Semoga Allah tunjukkan
Semoga Allah kuatkan

Ketetapan
Keteguhan

Depok, 7 Juli 2015

Semua Penulis Akan Mati

Untitled

 

Mahluk bernyawa dan benda tak bernyawa pun akan mati
Hewan tumbuhan kan binasa
Piring gelas akan pecah
Angin akan menggulung dan hilang
Gunung akan terbang dan porak poranda

Manusia, juga kan mati
Karena hidup ini pun tentang memilih cara mati
Maka carilah cara mati yang bisa kau banggakan di akhirat nanti

Jakarta Timur, 4 Juli 2015

Selalu Ada

Selalu ada masa-masa dimana tiba-tiba kau tak tahu bagaimana ia bermula. Sehingga pada saat sampainya, saat ini juga, terjadi sedemikian rupa, kau tak tahu harus berbuat apa.
Akhiri saja, atau terima?

Parameternya selalu sama. Apakah ia membuatmu nyaman dihadapan-Nya, atau malah kesulitan untuk memalingkan wajah, hanya kepada-Nya saja. Tanya.

Harta. Tahta. Wanita.

Rumah, 1 Juli 2015