Di Pergantian

Kupikir langit senja adalah yang terindah
sempat aku memujanya
Sampai kutunggu sepanjang hari
Lekasi cepat pagi
Tak nikmati hari

Aku hanya mau senja
Tapi senja datang sekejap
Lalu tenggelam
Di sebuah titik yang tak pernah kudapat walau kukejar dengan cepat

Lalu langit menghitam
Menjadi malam

Aku sesegukan, menunggumu senja
Tapi kau tak dengar
Kau telah menjadi senja bagi sisi bumi yang lain

Wahai pemilik semesta
KehendakMu-lah pergantian siang kepada malam
KehendakMu pula Kau masukkan malam kedalam siang

Wahai pengasih
Tak disangka kau hadirkan aku pelipur lara
Ia juga tak kalah indah dari senja
Aku namai ia fajar
Akupun kembali bersinar

Jadi, maka jadi(kan)lah!

Jadi, maka jadi(kan)lah!
Kamu bilang kamu mau harta
Tapi cuma sebatas doa

Jadi, maka jadi(kan)lah!
Kamu bilang kamu mau cinta
Tapi hati tak kau jaga

Jadi, maka jadi(kan)lah!
Kamu bilang kamu mau berubah
Tetapi kamu tetap berlaku sama

Sesungguhnya pada tiap-tiap kejadian, adalah sebuah penjadian
Sedang penjadian itu adalah kolaborasi usaha dan doa. Tangan kita, Tangan Manusia, Dengan Izin-Nya.

Kun Fayakun bukan kalimat pasrah, apalagi menyuruh kita lemah.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11)

Untuk itu, jadi(kan)lah!