Reblogged : Seseorang Yang Nanti Datang

Kalau kamu sudah bangun dan membaca tulisan ini. Ada satu hal menarik di dunia ini yang mungkin perlu kamu ketahui. Bahwa mungkin seseorang yang datang ke dalam hidupmu nanti bukanlah orang yang baik. Baik dalam arti yang sebenarnya. Ada bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya yang telah menjadi masa lalu. Pun setiap orang merasa ingin mengubur masa lalunya. Ia ingin berbagi denganmu. Mengawali sesuatu dengan kejujuran, bukan kebohongan.

Mungkin ia baru saja beranjak setelah sekian tahun bergelut dengan dirinya sendiri. Bertanya ke sana kemari hanya untuk mengetahui apakah Tuhan itu masih mungkin mengampuninya atau tidak. Dan rasa khawatir atas pengampunan itu senantiasa menyertai langkah kakinya. Hidupnya kini sangat hati-hati.

Ia mungkin bukan orang baik. Tidak sebaik sebagaimana pengetahuanmu tentangnya selama ini. Ia akan datang menjadi ujian bagimu. Ia tidak berharap diterima, tapi ia senantiasa mengusahakanmu. Ia bahkan sudah bersyukur karena mengenalmu membuatnya berusaha menjadi lebih baik. Ia sudah ikhlas dengan keputusanmu bahkan sebelum dia mengutarakan keinginannya.

Andai kamu berada di posisi hidupnya. Bagaimana perasaanmu?

©Medan, 8 September 2015 – Kurniawan Gunadi

*Yak, tulisan saya makin banyak aja yang belum selesai ditulis dan mengendap di draft, dengan berbagai pertimbangan dan alasan (yang dibuat-buat).

Reblogged : أربعة مشاكل وأربعة حلول

Empat Masalah dan Jalan Penyelesaiannya

1- Jika Engkau diuji dengan Syahwat dan hawa Nafsu, maka periksalah Sholatmu.

Firman Allah bermaksud: “Maka datang sesudah mereka suatu keturunan yang mereka telah melalaikan sholat dan memperturutkan Syahwat hawa Nafsunya” [Q.S. Maryam: 59]

إذا ابتُليت بالشهوات فراجع حفاظك على الصلوات
{فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ}

2- Jika Engkau merasa keras hati, berakhlak buruk, dan sentiasa tidak berasa tenang, maka periksalah hubunganmu dengan ibumu dan baktimu kepadanya.

Firman Allah bermaksud: “Dan (Dia jadikan aku) berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka” [QS. Maryam: 32]

إذا أحسست بالقسوة وسوء الخلق والشقاء وعدم التوفيق
فراجع علاقتك وبرك بأمك
{وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا}

3- Jika Engkau merasa tertekan dan hidup dalam kesempitan, maka Periksalah hubunganMu dengan Al-Qur’an.

Firman Allah bermaksud: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an-berdzikir), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit” [Q.S. Thaha: 124]

إذا شعرت بالإكتئاب والضيق والضنك في العيش
فراجع علاقتك بالقرآن
{وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا}

4- Jika Engkau merasa kurang tegar dan teguh di atas kebenaran dan sentiasa rasa terganggu dan berasa gelisah, Maka periksalah bagaimana perhatianmu terhadap nasihat yang engkau dengar dari orang2 yang menyampaikan Nasihat kepadamu.

Firman Allah bermaksud: “Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pengajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menjadikan Iman mereka menjadi TEGUH” [Q.S. Annisa: 66]

إذا أحسست بعدم الثبات على الحق والإضطراب
فراجع تنفيذك وفعلك لما تسمعه من المواعظ
{وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتاً }

Sungguh, Allah telah baik. Selalu baik. Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Ampun dan Cinta-Mu.

Depok, 23 Juli 2015

Menjadi Baik

Untitled

Menjadi baik tidak selalu akan menjadikanmu manusia baik-baik. Jangan menunggu gelar perempuan baik-baik atau lelaki baik-baik untuk menjadi baik.

Yang baik itu membahagiakan, yang baik itu akan merasa cukup dengan yang sudah tercurah pada relung kehidupan kita, yang baik itu yang menerima proses kehidupan, yang baik itu merencanakan kebahagiaan sesuai keinginan Tuhan. 

Jakarta Timur, 9 Juli 2015

Reblogged : Tidak Sekarang

Mas Gun, kenapa tulisanmu begitu bernyawa? Seperti berbicara didalam hati saja. Jangan-jangan kau bisa baca pikiran dan perasaan manusia. Huft.

Sebab yang mencintaimu tidak hanya aku, aku lebih baik memilih diam. Agar kau tidak perlu kerepotan menghindariku setiap kali bertemu. Agar aku bisa menjadi temanmu. Agar kau tidak khawatir bersamaku.

Sebab yang mencintaimu tidak hanya aku, aku memilih diam. Bukan berarti aku takut. Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang banyak bicara. Lebih baik aku bersabar terhadapmu.

Aku tidak ingin kau merasa tidak nyaman berada di dekatku. Biarlah semua menjadi rahasia yang tidak seorang pun tahu. Tidak akan ada teman yang menggoda saat kita berada di tempat yang sama.

Kau bisa bebas bercerita dan bermain bersama. Tanpa perlu merasa apa-apa. Tanpa perlu susah payah menghindariku hanya karena perasaanku. Tidak perlu sungkan membalas pesanku hanya karena khawatir menimbulkan sesuatu.

Biarlah semua aku simpan rapi. Agar aku bisa menjadi temanmu saat ini. Dan kau bisa menghadapi hidupmu tanpa perlu memikirkan bagaimana perasaanku. Kita tetap bisa saling bercerita sepanjang kita mau tanpa kau merasa ragu. Kita tetap bisa bermain bersama dengan teman yang lain dalam satu meja, tertawa bersama, tanpa rasa canggung.

Biarlah semua seperti ini. Keadaan ini aku pertahankan bukan karena aku takut memulai. Aku justru takut merusak suasana di waktu yang tidak tepat. Tidak semua perasaan harus dikatakan saat itu juga bukan?

Aku akan menunggu.

Temanggung, Jawa Tengah | 25 Desember 2013

Di antara tumpukan materi TA

©Kurniawan Gunadi