[Review] Pengalaman Menjadi Freelancer via Projects.co.id

Gambar diatas adalah screenshot honor yang saya dapatkan untuk penulisan artikel dengan tema Lifestyle di cintaihidup.com, kok bisa?

Pernah punya niat untuk dapat uang tambahan dari online? lewat menulis? mungkin pengalaman saya ini bisa menjadi salah satu jawabannya. Sebagai seorang ibu yang sedang mempersiapkan kelahiran alias cuti kerja. Saya beruntung mendapatkan informasi adanya sebuah platform marketplace yang bisa mempertemukan saya dengan pemberi kerja.

Apalagi, pekerjaan itu berkaitan dunia tulis menulis. Tanpa ragu saya langsung register untuk menjadi membernya. Marketplace itu bernama projects.co.id. Awalnya saya sempat meragukan apakah saya benar-benar akan mendapatkan pekerjaan dari sini. Soalnya pernah juga punya pengalaman yang sama di situs serupa. Tapi, beberapa kali saya apply penawaran kerja, selalu saja “kalah” bid dari pesaing.

Tepatnya sehari setelah saya membuat keanggotaan dan apply beberapa penawaran menulis, akhirnya saya berhasil mendapatkan dua project. Masing-masing saya diminta untuk menulis artikel berjumlah 900 kata keatas. Keduanya menuntut saya untuk rajin-rajin riset konten supaya tidak ditemukan “unoriginal text” alias kalimat copas-an, meskipun hanya satu kalimat.

Rasanya? Wow sekali. Bagi saya yang baru ini, tantangan menjadi seorang creative content ternyata sangat-sangat membuat degdegan. Meskipun target saya itu hanya diminta dua judul perhari. Tapi percayalah, ini sama sulitnya dengan membuat abstraksi tesis. Biasanya saya menulis sesuai dengan mood, atau lebih parah… saya menulis kalau saya ingat!. Bersyukur saya jadi terpacu untuk bisa memproduksi tulisan yang tidak hanya mementingkan diri sendiri, tapi juga para pembaca.

Saya juga menemukan momen dimana menulis itu sebagai kegiatan profesional yang benar-benar menjanjikan. Saya jadi ingat resolusi untuk bisa berkomitmen menulis minimal sehari satu tulisan. Dan kini, berkat projects.co.id saya (mulai) meniti komitmen itu.

Pekerjaan yang Saya Dapatkan dari Projects.co.id

Berikut saya tambilkan salah satu pekerjaan yang saya dapatkan dari projects.co.id.

SS-projectscoid

 

Pada project ini, saya diminta untuk membuat artikel bertema psikologi. Si Owner (pemberi kerja) memberikan kata kunci untuk tulisan yang saya buat. Kata kunci diberikan satu per satu secara bertahap. Setelah dianggap ok, tulisan akan di publish di website (www.dosenpsikologi.com). Kemudian owner melanjutkan pemberian tugas kepada saya.

Berikut penilaian saya selama (baru semingguan) menggunakan projects.co.id

  1. Tampilan portal sangat user-friendly.
  2. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti.
  3. Mudah untuk menjelajah pekerjaan yang ditawarkan.
  4. Format sangat lengkap sehingga kita sebagai pencari kerja akan mudah sekali melihat detail pekerjaan yang ditawarkan.
  5. Menggunakan rekening bersama sehingga terjamin dari segala bentuk kecurangan.
  6. Ada fitur chat untuk bisa komunikasi cepat dengan si pemberi kerja.
  7. Ada notifikasi via sms untuk setiap bid yang kita dapatkan.
  8. Ketika kita “kalah” bid, akan masuk informasi ke email kita. Kita juga bisa tahu, berapa dan siapa yang akhirnya memenangkan pekerjaan tersebut.
  9. Tersedia tips-tips yang sangat bermanfaat. Misalnya supaya kita bisa mendapatkan project, supaya terhindar dari penipuan, tips optimasi profil kita supaya agar meningkatkan kesempatan mendapatkan pekerjaan dll.
  10. Mudah untuk menarik dana dari sistem ke rekening kita. Verifikasi melalui nomor telepon yang kita daftarkan di projects.co.id.
  11. Tidak ada biaya transfer tambahan untuk bank tertentu. (saya pakai BCA, daftar bank lain yang tidak dikurangi biaya transfer antara lain : BNI, BNI Syari’ah, Mandiri dan CIMB Niaga. Selain dari itu, biaya dipotong Rp. 7.500 per sekali penarikan.

Kira-kira segitu dulu ulasan pengalaman saya menggunakan projects.co.id yang so far so good. Semoga bisa bermanfaat buat teman-teman semua. 🙂

 

Silmina Ulfah | Bumiayu, 10 April 2017

[Review] Nyobain Ramen dan Sushi-nya Tanoshii (Depok)

Kadang kita harus hati-hati sama mata kita. Cuma gara-gara nonton What Owning a Ramen Restaurant in Japan is Like di Youtube, suami jadi ngiler dan kepingin makan ramen. Hari sudah gelap pula, mata juga hampir kiyep-kiyep karena seharian sudah beraktifitas diluar sampai sore. Kadang saya bingung, kenapa saya yang hamil tapi dianya yang “ngidaman”.

Anyway, gara-gara ragu sama review dari zomato, akhirnya saya minta rekomen dari beberapa temen saya yang suka icip-icip aneka makanan alias doyan makan.  Oh kalau di resto “DBK” biasa aja kayak mie instan, kalo di “TKR” hambar juga kayak mie instan, kalau yang paling lumayan sih di Tanoshii, kata temen saya. Yaudah abis itu saya nelpon buat nanyain buka sampe jam berapa. ternyata kedai ramen ini tutup jam setengah 10 malam.

Fix, abis suami pulang isya-an kita cus ke Tanoshii. Padahal gerimis-gerimis kecil ituh. Kan maen dah, langkah tiada gentar. Saya sendiri jadi mikirin besok-besok berarti kudu makin ketat pengeluaran, nggak ada hengot-hengot lagi >,< . (dasar emak-emak!).

Tanoshii Ramen & Donburi

Sampai di Tanoshii kita jadi satu-satunya pelanggan. Tanoshii ini bentuknya ruko tiga lantai yang gabung sama studio58 (studio musik). Suasana temaram karena lampu yang dipake warna kekuningan, saya sendiri sukanya yang begini, nggak silau. Bangku-meja kayu sederhana (nggak ada bantalannya buat duduk, jadi ga betah lama-lama saya 😛 ). Pas masuk berasa suasana jepangnya, musik lagu-lagu jepang. Hiasan dinding gambar sketsa komik ala-ala jepang gitu. Untuk fasilitas lain, ada toilet yang lumayan bersih (baca : nggak bau) dan juga ada free wifi.

Pas buka daftar menu, saya seneng karena menu-menunya ada foto masakannya, jadi kebayang makanannya kayak apa, ada penjelasannya juga di tiap menunya. Untuk ukuran sushi ramen, cenderung terjangkau harganya.

Yang kocak, suami malah milih sushi (bukannya daritadi pengen makan ramen -,-” ??). Tapi yasudah, akhirnya dia pilih Tobiko Roll dan saya pilih Beef Spicy Ramen. Dan tetiba kepengin es krim matcha (dalem hati, ah paling eskrimnya biasa aja, gak apa-apalah, cuma lima belas ribu ini). Sama untuk minum kita pesen teh panas. (pesen minum cuma satu karena saya bawa botol minum).

Pesanan Datang!

Nggak lama kemudian, datenglah itu es krim sama teh panas. Saya girang banget karena isinya ada dua scope dan dari warnanya kebayang itu pasti teh ijonya berasa. Teh panas juga disuguhkan, saya suka sama gelas keramik-nya (pengen bawa pulang).

Matcha Ice Cream

Pas kita nyobain…., bener ternyata! esgrimnya enak banget! matchanya berasa banget, pengalaman pernah beli eskrim matcha malah banyakan rasa susu-nya. Tapi ini beda, teksturnya agak padat dan aromanya sedap! Kami syuka sekalih!. Ini pas makanan kita udah abis, kita pesen satu porsi lagi. (iya..kita doyan!). Nilai 4.5/5!

Matcha Ice Cream Tanoshii
Matcha Ice Cream Tanoshii

Tobiko Roll

Pas dateng, doeng!.. agak kaget karena sizenya piyik-piyik ketimbang resto sushi yang di “STMBT” sama di “TKR”. Dalem hati berbisik, ini mah mana kenyang!. Isinya ada delapan potong. Disajikan bersama jahe merah, wasabi dalam wadah piring keramik. Pas dicobain, Waakk.. ini entah emang karena udah lama nggak makan sushi apa gimana, ini enak!. Terakhir nyoba di warung “STMBT” yang deket stasiun pocin itu, cuma kayak nasi di kepel-kepel trus dikasih ikan aja soalnya. Kali ini saya angkat jempol untuk sushi seharga 27.000-an ini. Ternyata ukurannya pas yah di mulut, jadi ngunyahnya juga enak. Nggak kudu megap-megap gimana gitu kan jadinya. Luarnya ada telur ikan dan mayo, dalemnya ada krenyes-krenyesnya.  Nilai 3.75/5!

Tobiko Roll Sushi
Tobiko Roll Sushi

Beef Spicy Ramen

Saya nggak pernah nyobain tekstur mie Ramen yang asli kayak gimana. Perasaan lidah saya untuk tekstur mie-nya sih seperti mie biasa saja. Kenyalnya kayak mie instan gitu, cuma ukurannya aja lebih gede sedikit. Tapi keistimewaan ramen ini ada di kuahnya!. Iya kuahnya itu sedep, kentel dan berasa spicy-nya. Ketimbang ramen yang ada di resto “GKNTPN” di dmall itu, ini jelas jadi juaranya. Pernah juga nyobain ramen di resto “TKR”, itu malah hambar ama aroma langu rumput lautnya mengganggu. Meh.

Beefnya empuk, penyajian menarik!. Saya kasih nilai 3.75/5!

Spicy Beef Ramen
Spicy Beef Ramen

Karena masih berasa laper dan penasaran, kita pesen satu menu lagi yaitu Crispy Roll.

Rasanya?, kalau dibanding Tobiko, ini lebih unik lagi karena ada diatas sushinya ada kulit salmonnya yang crispy. Pertama liat sih, salmonnya yang silver-silver ini mirip sama alumunium foil wkwk. Pas dicobain kok ya nagih gitu. Kayaknya saya sanggup makan tiga piring!. Bentuk juga sama, masih piyik-piyik, cuma saya bener-bener  kehibur sama rasanya 😀 . Saya kasih nilai 3.8/5!

Crispy Roll Sushi
Crispy Roll Sushi

Saya cukup puas nongkrong di mari. Abis makan, kami bahagia. Nggak begah, nggak kurang juga. Passs. Juga karena kocek yang kirain bisa sampe dua ratus ribu ternyata  nggak sampe segitu. Yepp, kita ngabisin seratus dua puluh tujuh ribu sajah sodara-sodara!. Tanoshii,  meskipun kamu keliatannya sepi, pokoknya kamu jangan tutup ya!.

Pas kita mau pulang, juga udah ada beberapa meja lain yang terisi pelanggan. Keduanya terdiri dari ibu-ayah-anak, saya liat orderannya itu donburii gitu, saya jadi penasaran juga. Kapan-kapan saya mau coba Donburii-nya juga ah!.

Silmina Ulfah | Depok, 2 April 2017

Review Alienco Photography di Nikahan Kakak Saya

Kali ini saya bakalan review vendor fotografi wedding Alienco, sebetulnya sebelumnya saya sudah pernah review di sini > Alienco Photography : Foto Wedding Anti Mainstream. Tapi ini beda karena yang nikahan adalah kakak saya di awal Juni 2016 lalu. Kalau kita coba searching namanya di google, maka kita juga udah bisa liat reputasinya tim nya bang Ali ini udah nggak diragukan lagi. Semuanya kasih rating dan review yang positipp. Berikut beberapa alasannya :

1. Profesional 

Waktu itu tim Alienco datengnya ontime banget, malahan kakak dan keluarga belum ada yang sampe. >,<. Appearance udah kayak paparazzi ala-ala red carpet, pro banget!

Konita_6147

Konita_6485

Konita_3718

Konita_3456

 

2. Mampu menyulap yang “Biasa” jadi “Nggak Biasa”

Ini udah jelas. Bang ali dengan kawan-kawan tau banget angle-angle yang keren buat dibidik. Otomatis, lokasi nikahan kakak saya yang sederhana bisa disulap jadi gambar-gambar yang memukau.

Konita_3574

 

Konita_3474

Konita_3463

Konita_1663 Konita_4831 Konita_3586 Konita_3566 Konita_6332

 

3. Terjangkau

Alienco ini cukup terjangkau, apalagi kalau dibandingin dengan vendor lain dengan kualitas premium kayak Alienco.

Konita_2055

Konita_3984

Konita_6442

 

Gimana hasil jepretannya? Keren-keren yahh.. Oiya, selain nuansa vintage, Bang Ali juga master di nuansa strobist. Buat kalian suka tampilan warna yang kontras dan nyentrik. Mau liat atau tau informasi lebih lanjut? silahkan mampir ke official webnya di sini Alienco.net . Ini link kalau mau liat portfolio di instagramnya di @aliencophoto

Review : Hair Spa di Salon Moz5 Margonda Depok

Pertama kali nyobain salon ini tuh pas potong rambut kalau tidak salah di tahun 2013. Karena memang saya nggak terlalu tau banyak salon muslimah di Depok, saya langsung ngacir ke salon ini. Bisa dibilang, Moz5 termasuk pelopor salon khusus wanita muslim. Dulu jaman SMA sih mainnya yang sebelah SMA persis, tapi berhubung udah jarang buka, akhirnya saya coba di Moz5 ini.

Kali ini saya bakal share pengalaman saya nyobain Hair Spa di Moz5. Pertama-tama, banyak banget perubahan yang udah di improve sama ini salon. Pas masuk, langsung disambut ramah ama mbak-mbaknya, dekorasinya juga udah berubah. Suasananya feminim ala-ala shabby chic. Dan dari situ akhirnya saya juga baru tau kalau sekarang Moz5 udah ngeluarin banyak varian produk beauty care, dan ga cuma itu, mereka sekarang supply untuk hijab dan tas-tas kecil yang senada dengan dekorasinya, yes.. flower and vintage. (Jadi keikut berasa feminim >,< ).

IMG-20160701-WA0005.jpg
Bisa poto-poto dimari
Hijab
Hijab
Vintage taste
Vintage taste

Kemarin pas dateng tuh masih pagi, dan kayaknya saya pelanggan pertama (rajin bener). Tapi wow, mbak-mbaknya udah rame, pas nanya-nanya ternyata per shift-nya ada 15 pegawai. Jadi nggak perlu takut ngantri lama yes. Kabar gembira bener, karena jaman dulu (ketauan banget jarang ke salon), tiap nyalon yang paling bikin males itu adalah ngantrinya. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya saya diantar ke ruang eksekusi. Saya dikasih kain kemben untuk digunakan selama hair spa.

IMG_20160621_102428
Mbak-mbaknya udah ready. Sebagiannya ada didalam dan lantai dua.

Pertama-tama, rambut dicuci sama mbak-mbaknya, Alhamdulillah dapet mbak-mbak yang ramah, namanya mbak novi kalau ngga salah. Setiap mau ditinggal, pasti izin “saya tinggal dulu sebentar ya”, udah gitu nggak kasar pas lagi nyampoin rambut. Disini berasa bedanya deh, dari bangku nya aja lebih nyaman dari pada salon yang sebelum-sebelumnya. Biasanya leher suka pegel karena cekungannya neken leher, tapi yang di Moz5 sini, desainnya nggak bikin sakit leher.

IMG_20160621_102230
Nyaman bener dah, gede tempat duduknya
IMG_20160621_102238
Ada penyangga kepala yang nggak bikin leher pegel

Pas lagi nyampoin, kita juga ditawari vitamin rambut, dan untuk vitamin kita akan kena charge tambahan sebesar Rp. 20.000,-, dan kirain vitamin itu dipakein pas lagi dicuci rambutnya, taunya ntar pas lagi hair spa-nya. Selesai cuci rambut, cus ke ruang perawatan rambut. Ada yang menarik perhatian, yaitu selembar tulisan “Bismillahirrahmanirrahiim, Insya Allah masalah rambut saya dapat hilang, rambut menjadi lebih indah, berkilau dan sehat, Aamiin ya Rabbal’alamin“, iya juga yah, kadang kita lupa sebetulnya kita ikhtiar sana-sini tanpa berdoa dulu, keren mbak Moz5. Dan pas mulai, juga mbaknya ngajak basmallah bareng.

IMG_20160621_102320
Sederhana, tapi sesuatu banget inih 🙂

Disini saya uda mulai deg-degan, takutnya kayak pengalaman pas maskerin rambut di salon lain, tenaganya hercules padahal udah dibilang pelan aja dan udah diingetin, akhirnya dulu sempet yang bilang udahan aja untuk bagian pijat kepala, pas udahannya kepala malah jadi cenat-cenut wkwk. Alhamdulillah lagi karena mbak-nya yang ramah ini nanyain mau level semana, pas. Nah pas disini nih, vitamin ditambahkan ke krim rambutnya. Kayaknya abis ditaro dari kulkas soalnya jadi dingin. Nyes.

Lumayan lama sih pas bagian kepala. Dan udahannya, ditawarin mau pake pemanas rambut apa handuk panas, saya milih anduk aja soalnya takut makin rontok rambutnya kalau pake pemanas uap itu. Ini uda mulai nambah customer, yey, jadinya nggak sepi deh. Eh, emang nggak sepi deng sebelumnya juga, ada backsound Bang Maher Zein selama saya disanah. Itungannya masih sepi ya karena itu pagi dan weekday. Buka jam 9 pagi, tutup jam 5 sore (karena Ramadhan). Kalau hari biasa bisa sampe malem tapi lupa jam berapa.

Pas nunggu rambut ditutup handuk panas, kirain bakal ditinggal tuh, taunya ada treatment massage leher, pundak dan tangan dari pangkal ampe ujung jari. Pantesan suru ganti pake kemben. Lumayan lama, sayangnya saya nggak ngitungin jamnya, tapi kira-kira mungkin ada kali ya setengah jam. Disini kita juga dapet free treatment pake hot stone. Batunya yg gepeng alus gitu, saya request yang rada ademan, mbak-nya lagi-lagi sabar banget buat ngademin. 😀

Abis di massage, kita balik lagi ke ruang cuci rambut buat dibilas. Rambut uda berasa wangi bener disini. Setelah selesai cuci rambut, saya request dikeringin pake hairdryer.

Abis perawatan, balik ke mbak kasir dan disitu saya sempetin buat liat lebih detail produk nya Moz5 yang namanya Moayu.

IMG_20160621_102528
Moayu
IMG_20160621_102521
Seri Cocolive

Seri cocolive ini cocok buat kalian para pencinta produk 100% natural. Bahan dasarnya minyak kelapa. Ada Body butter, body scrub, angel face (spray buat wajah), hand & foot balm, lip butter, lip scrub dan cemi-cemi (buat rambut). ya karena 100% natural, dia nggak pake pewarna sintetis, warnanya kayak balsem gitu rata-rata, putih ke abuan. Nggak mengandung paraben juga, 100% vegan cosmetic. Oiya, ini Nggak ada parfumnya juga, jadi mungkin ada beberapa tester yang udah lama, jadinya pas kmaren nyium, aroma minyak banget ehehe.

IMG_20160621_102633
Harga paketan
IMG_20160621_102647
Paket Ramadhan, Irit 😀
Paket Me Day
Paket Me Day

Oiya, selain Hair spa dan potong rambut. Saya juga sudah pernah coba eye treatment dan foot treatment. Saya rekomenin banget untuk nyobain foot treatmentnnya disini. Kalau eye treatment sih lumayan, tapi karena ternyata waktu itu kelamaan dibagian pake alat massage yang dipakai kayak kacamata-nya, udahannya mata jadi pegel malah >,< . Saya sarankan untuk gabung jadi member Moz5 biar dapet diskonan 10%, masa berlaku setahun.

IMG_20160621_102803
Moayu products
IMG_20160621_102811
Boleh-lah kapan-kapan cobain

 

IMG_20160621_102614
Mereka juga sediain tas kecil buat kita simpen beauty care kita

 

Paket Travelling
Paket Travelling

 

Hana Series, Best Seller. Wanginya enak banget.
Hana Series, Best Seller kata mbak-nya. Wanginya enak banget.
Bisa buat seserahan nih. >,<
Lengkap nih <3, ada yang uda dalam bentuk parcel. Paket Daily Spa Rp. 289 ribu
Jar nya lucu beud
Jar nya lucu beud

Abis hair spa, saya jadi ngendus-ngendus rambut mulu, suka ama wangi citrusnya 😀 . Overall saya suka untuk perawatan hair spa di Moz5 🙂

Rating : 4/5 untuk Hair Spa

Menyampaikan Makna Cinta Lewat Film “Tausiyah Cinta”

"Karena cinta itu ditumbuhkan, bukan dicari." - Rein
“Karena cinta itu ditumbuhkan, bukan dicari.” – Rein

Tausiyah Cinta, film garapan Bedasinema ini memang mencoba menyajikan film drama cinta religi yang benar-benar beda. Mulai dari proses pemilihan tokoh yang disyaratkan memiliki hafalan quran, hingga proses syuting yang jauh dari adegan romantisme seperti dalam film cinta-cintaan biasanya. Saya sangat penasaran karena akan seperti apa jadinya hasil film yang diangkat dari buku yang berisi dari kumpulan nasihat tentang cinta ini. Dan penasaran semakin bertambah dengan munculnya teaser-teaser tentang film ini di timeline Instagram dari akun @tausiyahku_ sejak beberapa bulan belakangan.

“Jomblo itu menegarkan tapi menikah itu menentramkan..”.

Nyess. Begitulah kutipan yang mengena sekali di hati kala melihat trailer film Tausiyah Cinta. Dari menonton trailer dan poster film-nya, saya pikir film ini akan menyajikan drama dengan tema cinta segitiga, ternyata saya salah permirsa 😀 . Tausiyah Cinta mengisahkan tentang pencarian makna cinta dan segala kerumitannya yang dihadapi oleh para pemeran utamanya, yakni Rein, Lefan dan Azka. Ya, cinta disini bukan hanya bercerita tentang cinta antar lawan jenis, namun lebih luas lagi yakni cinta kepada Allah, cinta dalam keluarga dan cinta dalam persahabatan. Berikut hasil penilaian saya 😀 ,

Review (-)

  • Penanaman karakter para pemain dan chemistry yang kurang kuat, mungkin karena tokoh yang dihadirkan terlalu banyak.
  • Konflik utama kurang klimaks karena dikaburkan dengan konflik-konflik lainnya, seolah-olah ingin menyajikan hikmah cinta dalam bentuk-bentuk lainnya. Tapi jadi kurang berkesan karena tidak terasa konflik utamanya yang mana.
  • Pada awal cerita, konflik antara Lefan dengan kakaknya (Elfa) yang terlalu makan banyak durasi. Terlalu lompat-lompat scene-nya flashbacknya  padahal tidak terlalu menjadi inti cerita, bahkan tidak begitu berpengaruh pada akhir hubungan Lefan dengan Ayahnya.
  • Pengambilan gambar yang nanggung seperti teknik zooming yang agak mengganggu. Kualitas film jadi tampak seperti “sinetron”.
  • Kurang memperhatikan detail. Misalnya ketika salah satu tokohnya yang tidak bisa melihat, tapi ia tetap menggunakan jam tangan.
  • Akting yang kurang natural dari para pemain utamanya. Ekspresi emosional yang berlebihan hingga membuat saya menutup telinga karena lengkingan suara kak Elfa, atau menutup mata saat melihat adegan mewek-nya Azka.
  • Alur cerita kurang halus, “Ending gak ketebak” yang sangat dipaksakan dengan adanya tokoh baru ditengah-tengah cerita.
  • Adegan-adegan kurang natural seperti saat sahut-sahutan hafalan Quran. Dikira Azka lagi muroja’ah barengan teman-teman liqo-nya, taunya ceritanya baru pada kenal semua. >,<

Review (+)

  •  Film dengan nuansa yang paling islami. Tidak ada adegan bersentuhan antara lawan jenis yang bukan mahram dan tidak ada adegan yang menunjukkan aurat. Mungkin hal ini yang membuat film Tausiyah Cinta beda dengan film-film cinta religius lainnya. Apalagi yang saya dengar, ketika adzan berkumandang, proses syuting dihentikan untuk break sholat.
  • Penuh hikmah dan sarat makna. Meskipun masih jauh dari sempurna, saya dapat mengambil banyak sekali untaian nasihat didalamnya. Benar-benar sesuai dengan namanya, Tausiyah. Meskipun dialog-dialog tersebut bukan dari para pemeran utamanya, misalnya saja pembawaan Ibu Rein dalam menghadapi sikap anak-anaknya, sosok yang diperankan oleh Peggy Melati Sukma ini begitu natural dan inspiratif.
  • Ditengah-tengah kehidupan hedonisme dan materialisme, film ini menyuguhkan kesederhanaan yang meneduhkan. Mulai dari tampilan berbusana, hingga adegan akad nikah yang sangat sederhana yang mengajarkan tidak perlu bermewah-mewah dalam menjalankan sunnah. Mungkin bagian ini kedepannya bisa dikembangkan dan dikampanyekan lebih luas lagi, hehehe 😀 .
  • Film ini berhasil menabok saya untuk kembali dekat dengan AlQuran. Dengan ayat-ayat pilihan yang dilantunkan dalam film ini, saya sempat melelehkan air mata karena malu. Malu karena masih sangat jauh dari Alquran. Baik dalam membacanya, apalagi pengaplikasiannya.

 

Quotes Favorit :

“Allah tidak akan menciptakan satu jiwa dua hati. Saat hati jenuh pada mahluk-Nya. Itu tanda hatimu sedang diarahkan kepada-Nya.” (Azka)

 

Secara keseluruhan, film Tausiyah Cinta memang sangat patut mendapatkan apresiasi sebagai film dakwah pertama yang benar-benar menjaga dan menjunjung prinsip islam. Dan hal tersebut menjadikan film ini sebagai film yang sangat layak untuk ditonton. Karena boleh jadi, dari antusiasme besar kitalah kelak akan lahir film-film yang berisi prinsip-prinsip islam dimana kualitasnya tidak kalah dengan film-film box office, Aamiin. Silahkan menikmati film Tausiyah Cinta!

Rating :

Sinematografi : 6/10
Akting Tokoh Utama : 7/10
Skenario : 6/10
Musik : 8/10

Rating Keseluruhan 6.75/10

Bapak H.O.S Tjokroaminoto : Raja Jawa Tanpa Mahkota (Review Film)

“Lelap terus, dan kau pun dipuji sebagai bangsa terlembut di dunia. Darahmu dihisap dan dagingmu dilahap sehingga hanya kulit tersisa.

Siapa pula tak memuji sapi dan kerbau ? orang dapat menyuruhnya kerja dan memakan dagingnya. Tapi, kalau mereka tahu hak-haknya, orang pun akan menamakannya pongah, karena tidak mau ditindas.

Bahasamu terpuji halus di seluruh dunia, dan sopan pula. Sebabnya, kau menegur bangsa lain dalam bahasa kromo dan orang lain menegurmu dengan bahasa ngoko. Kalau kau balikkan, kau pun dianggap kurang ajar.

Tidaklah wajar untuk melihat Indonesia sebagai sapi perahan yang diberi makan hanya disebabkan susunya. Tidaklah pada tempatnya untuk menganggap negeri ini sebagai suatu tempat di mana orang datang dengan maksud mengambil hasilnya”

H.O.S Tjokroaminoto

Dapatkah kau bayangkan pidato yang semacam diatas dilontarkan saat Indonesia ini masih dalam pemerintahan Hindia Belanda. Zaman dimana pribumi, yang lahir di Nusantara menjadi budak di negerinya sendiri. Visualiasi yang cukup mewakili suasana era 1900-an awal, para orang tua terdahulu merasakan penjajahan atas hak yang paling asasi. Untuk hidup selamat dan sejahtera. Akan kuanggap hadirnya film Guru Bangsa: Tjokroaminoto sebagai tanda keberanian dan keberhasilan dunia perfilman Indonesia. Betapa tidak, tokoh ini bagi saya bahkan lebih hebat daripada pahlawan superhero manapun  yang sebelumnya menduduki tangga box office dan meraup keuntungan jutaan gulden, eh, dollar maksud saya.

Indonesia lahir dari keberanian. Hijrah, adalah pesan akar mula pemikiran yang ternyata sejak kecil Pak Tjokro sudah kenal. Pindah, menuju tempat yang lebih baik, dengan Iqra. Yang kemudian hari menjadi sikap politik Sarekat Islam, organisasi politik pertama di Hindia Belanda (Indonesia), sebelumnya, organisasi tersebut bernama Sarekat Dagang Islam. Sebuah perkumpulan atau organisasi pertama yang terbentuk di Indonesia, didirikan oleh K.H. Samanhudi sebagai bentu penolakan atas masuknya pedagang asing yang ingin menguasai perekonomian saat itu. Baru mulai tidak sampai setengah jam, pandangan mata sudah kabur karena air menggenang, sesak sekali kalau membayangkan perih perjuangan bangsa melawan penjajah Belanda.

Film ini mengambil plot dimana perjuangan Pak TJokro dalam pencarian makna Hijrah dan realisasinya kala itu. Meninggalkan lingkungan kebangsawananya, menjadi kuli di pelabuhan. Iqra dan Hijrah juga membawa Pak Tjokro untuk ke Surabaya, mendirikan Sarekat islam. Menjadi guru bagi para ideolog bangsa seperti Soekarno, Semaun, Musso, Hatta, Syahrir, Agus Salim dan Tan Malaka. Dinamika dalam tubuh Sarekat Islam yang bergejolak terutama saat Volkstraad dibentuk. Pasalnya, kubu Semaun Musso menganggap pergerakan yang dijalankan oleh Pak Tjokro dinilai lamban, juga perselisihannya karena kubunya memilih pergerakan di bidang agraria ketimbang pendidikan. Dalam film ini juga saya terkesima dengan kecerdasan The Grand Old Man Agus Salim serta gambaran ahlak beliau yang berbudi, terpelajar, bijak dan rendah hati.

Ingin sekali menontonnya lagi. Dan satu pesan yang sampai sekarang masih terngiang :

Jadi, sudah sampai mana Hijrah saya? kamu? kita?

Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2015

#Day 7 : Toko Maju | Pasar Mayestik

Toko Maju, dari luar mungkin nampak seperti toko tua biasa. Siapa sangka kalau didalamnya berisi harta karun. Saya bertaruh bagi mereka penyuka dunia kerajinan tangan dan fashion akan betah berlama-lama di toko ini. Toko ini buka dari sekitaran jam 9 sampai jam 5 sore. Letaknya berdekatan dengan toko Fancy. Lagian kalau kesana, tinggal tanya Toko Maju, abang-abang parkir kayaknya pada tau deh. Kalau masalah harga, kurang tau juga ini masuknya murah apa ngga, soalnya belum pernah ada pembandingnya. Kebetulan tadi cuma beli beberapa item seperti kancing, pita dan benang. Kelamaan nimbangnya mau beli yang mana, karena ada ribuan varian. Para pegawai toko-pun ramah-ramah, yang paling suka, ga diikutin pas lagi milih-milih. Beda kan, kalau belanja kain di fancy atau pronto, pasti diikutin udah gitu suka ditawarin kain-kain yang sebetulnya dari awal ga mau dibeli 😛 *waspadalah-waspadalah*. Rekomendasi buat kalian yang mau cari aksesoris dan peralatan jahit-menjahit. Jarum, benang, kancing, pita, renda, manik-manik, kalung, bulu merak, segala printilan buat bikin yang namanya aksesoris pokoknya ada. Suuper lengkap!

1
Tokonya emang model geng senggol, jangan pake tas gemblok, makan tempat
2
Liat dari luar kayak toko kecil, pas masuk, ga abis-abis ruangannya. 😛
3
Aneka beads
4
Manik-manik!
5
Lace dan embro yang gak kalah lengkap!
6
Pengen semuanya!
7
Yang kecil rata-rata 500 per biji. Yang gede 1000 per biji.
8
Pita-pita dengan motif etnik.
9
Yang lebar 4 cm : Ro. 15.000/meter | Yang lebar 2 cm : Rp. 10.000/meter
10
Kancing berkaki

Jadi pengen kursus jahit! Makin hari makin banyak pengennya. Cemmana ini..

Kucing dan Es Kelapa : MIAW Coconut Ice

Super cute logo of MIAW Coconut Ice
Super cute logo of MIAW Coconut Ice

Zura. Beberapa waktu lalu kudapati ia mengupdate bisnis kulinernya di Path. Ya, partner in crime ini kukenal tahun 2007, pertama kali bertemu saat ia bertandang ke sekretariat MAPA, dia anak TEMA (Teater). Dan tak disangka beberapa bulan setelah pertemuan hahahihi itu, ternyata kita dipertemukan satu kelas, sampai 2011. (Nggak tau harus seneng apa sedih >,<). Kidding Zur.

Zura and Me
Zura and Me

Ngomongin bisnis kuliner, jadi inget ya zur, kita pernah buka lapak dua kali di kampus, jualan jajanan inovasi, kue Poffertjes (yang gak mampu modal cetakan dan akhirnya si poffertjes-nya itu bentuknya lebih mirip pancake, eh bukan deng, lebih mirip kamir,  eh kamir apa cucur ya, begitulah pokoknya), singkong mayonaise, jamur crispy dan fruit punch. Boro-boro untung, ini impas. Haha, but it was super fun!. Kita seneng aja bisa jualan, dengan nyediain jajanan lucu dan pujian enak aja  aja udah cukup bikin kita bahagia. Haha!

Well, entah karena dikelas cewek cuma ada 4 atau karena banyak kesamaan kita zur, mulai dari suka cireng, kucing, baju sering senada, bulan mei dan sama-sama suka bang Donny Alamsyah, akhirnya kita bisa deket (eh, deket ga sih kita zur?), gak mungkin aku gak rekomenin ini. Hobimu coba sana sini di dunia kuliner dan berbagai eksperimen dapurmu, jelas sudah kalau MIAW pasti sesuatu hal yang spesial. 😉 Lebih spesial dari martabak toblerone dan nutela ituh. Dan lebih bersahaja ketimbang selai ovomaltine yang mahal ituh (sirik aja sebetulnya sama harganya).  Mungkin. #BelumNyoba #SumpahBukanKode

MIAW Coconut Ice, catchy banget namanya. Adalah kudapan kebahagiaan yang bisa kau temukan di salah satu sudut kios Pasar Santa, Jang Manies. Main di mall is soo yesterday.

Melipirlah, mana tau stres hilang
Melipirlah, mana tau stres hilang

Main ke Jang Manies itu macam kamu main kedapur rumahmu, Yepp, nuansanya homey. *Ah aku jadi mau nginap disana zur*. Sebetulnya ada beberapa kudapan lain yang disediakan oleh Jang Manies, tapi kali ini aku akan bahas si MIAW ajah. MIAW adalah kudapan es kelapa dengan aneka toping manis kayak es krim, nata de coco, chocolate chips, jelly dan entah apa namanya. Sudah bisa dipastikan ini adalah kudapan yang mampu merelease endorfin. Sekaligus menaikkan gula darah. *Olahraga plis*

Rumus MIAW Coconut Ice
Rumus MIAW Coconut Ice

They are soo adorable and smooch-able <3, aren't they?
They are soo adorable and smooch-able <3, aren’t they?
MIAW Coconut Ice yang nomnomnom :9
MIAW Coconut Ice yang nomnomnom :9

 

Yameh! MIAW Coconut Ice
Yameh! MIAW Coconut Ice

Oke, saya jadi makin ngiler dan gak sabar buat nyobain kudapan songong-minta-dibantai ini. MIAW Coconut Ice di kiosk Jang Manies ini gak buka setiap hari, sengaja biar kita kangen gituh. Huh. Dia buka setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Mulai jam 13.00 WIB sampai Sold Out. Follow twitter dan Instagram MIAW Coconut Ice @Miawcoconutice . Sampe ketemu di Jang Manies yah!

MIAW Coconut Ice's customers. Oh yes, They look soo happy <3
MIAW Coconut Ice’s customers. Oh yes, They look soo happy <3

Dari Biang Roti, Madre

madre

Madre. Janggal terbaca setiap kali kulewati jejeran rak buku-buku terlaris setiap kali kukunjungi Gramedia sejak bertahun lalu. Tapi baru kini kulahap habis isinya. Buku pertama di tahun ini yang kuhabiskan kurang dari kurun waktu seminggu.

Dari biang roti, Tansen, Pak Hadi dan Mei. Dee menawarkan rasa baru dalam sebuah cerpen terpanjang yang pernah kubaca. Ia menuangkan makna dalam setiap kata bahkan pada jeda-jeda kata-nya. Betapa madre memberikan pengalaman berbeda dalam kisah yang tampak sederhana, namun menitipkan nilai-nilai dan filosofi yang hampir tidak teraba, tidak terbaca dalam keseharian kita.

“Kalau bebas sudah jadi keharusan, seharusnya sudah bukan bebas lagi ya?” – Mei

Yah, tentang kebebasan yang hampir setiap hari masih banyak orang teriakkan, rasa-rasanya hampir semua yang menuntut kebebasan itu bukan benar-benar ingin bebas. Kurasa, mereka hanya belum paham mengapa mereka harus “terikat”. Belum mengenal apa fungsi dan tugas diri. Atau bahkan mungkin, tidak paham lagi mengapa harus mencari tahu fungsi diri. Tidak paham lagi mengapa harus repot bertanya, mengapa semesta ada.

Poko – Poko Handmade Plushies : Boneka Flanel Wisuda Super Lucu

Meskipun jarang sekali membuat kerajinan tangan macam begini. Tapi yang namanya hobi, saya selalu suka ketika ada pameran-pameran kesenian juga bisa betah berlama-lama untuk sekedar cuci mata melihat produk hasil kreatifitas orang-orang. Dan ada salah satu teman komunitas yang punya hobi yang satu ini. Medium yang ia gunakan adalah kain flanel. Amel namanya, ia biasanya membuat gantungan kunci figur-figur anime menggunakan flanel, tapi kali ini lebih menarik perhatian. Pasalnya ia baru saja menerima orderan untuk membuat Boneka Flanel untuk wisuda, biasanya souvenir untuk wisuda terbuat dari bebatuan marmer dan kayu, kali ini dengan terampilnya Amel membuat boneka wisuda dengan bahan dasar kain flanel. Kita lihat hasilnya :). Spesifikasi untuk boneka-boneka dibawah tingginya 20 cm.

Boneka Flanel Wisudawati
Boneka Flanel Wisudawati
Boneka Wisudawati Flanel
Boneka Wisudawati Flanel
Boneka Flanel Wisudawati Berjilbab
Boneka Flanel Wisudawati Berjilbab
Detail Boneka Wisuda Berhijab Flanel
Detail Boneka Wisuda Berhijab Flanel
Detail Boneka Wisuda Berhijab Flanel
Detail Boneka Wisuda Berhijab Flanel
Packaging atau Kemasan Boneka Wisudawan Flanel
Packaging atau Kemasan Boneka Wisudawan Flanel

Sebetulnya da banyak kreasi yang bisa dipesan, misal ingin punya koleksi boneka flanel tokoh idola Super Junior tapi yang terbuat dari flanel, tentu saja bisa. Mau punya boneka flanel naruto dan kawan-kawan, bisa juga. Harga relatif terjangkau dengan hasil detail yang memuaskan. Amel ini juga membuka layanan orderan untuk souvenir pernikahan yang terbuat dari flanel, mulai dari dompet flanel, tempat tisu  flanel, gantungan kunci dan sebagainya. Silahkan follow twitternya @POKOPOKOFelt