Cerpen : Eleanor dan Asep

Asep : “Kalau kusimpulkan, cara terbaik menaklukkan wanita adalah dengan cara membuat mereka dungu.”

Eleanor : “Bah, maksudmu sep?”

Asep : “Ya, seperti bunga akhir abad, kau tahu? dia sakit karena tak mau makan hanya karena tak berkabar dua hari dengan Minke?”

Eleanor : “Itu bukan dungu, bodoh. Itu rindu.”

Asep : “Begitu ya? Ah, lalu saat Minke mengajak guru bahasanya ke Wonokromo, Annelies lari dan menangis ke kamarnya, enggan lagi bicara. Itu namanya apa?”

Eleanor : “Ternyata kau yang dungu Sep. Itu cemburu.”

Asep : “Kau memang ahlinya Nor. Pantas saja banyak wanita dekat denganmu”

Eleanor : “Mau kuberi tahu caranya Sep?”

Asep : “Tentu.”

Eleanor : “Buat mereka jatuh cinta.”

Asep : “Apa itu akan membuat mereka dungu? maksudku, apa itu bisa membuat mereka rindu dan cemburu dalam satu waktu?”

Eleanor : “Lebih dari itu.”

 

Depok, 13 Oktober 2015