Hati-Hati Hati Busuk

Diri ini lebih sering buat gimana cara merawat kulit wajah, membaguskan penampilan dan mencerdaskan pikiran. Sambil sedikit-sedikit lupa bahwa ada hati yang harus dijaga kebersihannya.

Kalau hati kita sering gelisah. Bisa jadi itu berasal dari hati yang ingin dipuji, diperhatikan, dan dipandang.

Padahal namanya hati. Kalau sudah buruk, ya buruklah semua. Ibarat kalau botol, mungkin tampak luar ia kelihatan mewah, tapi siapa sangka kalau dalamnya isi comberan.

Diri sering terkecoh dengan topeng dunia. Topeng yang justru kelak akan menghinakan diri ketika ia menguasai isi hati. Termasuk didalamnya kebanggaan terhadap status dan jabatan. Juga rasa bangga terhadap apa yang dimiliki, berharap sekalimat pujian dari orang-orang.

Orang yang sibuk dengan penilaian mahluk, sungguh hidupnya tidak akan tenang. Kalau dengan diri sendiri saja ia tidak nyaman. Bagaimanalah orang lain bisa nyaman berada didekatnya.

Merasa sudah berjasa, juga satu dari sekian banyak penyebab busuknya hati. Semoga diri ini selalu dijaga dari hal-hal demikian. Benar kiranya bahwa musuh sejati bukanlah mereka yang menyakiti dengan perkataannya atau tindak-tanduknya. Musuh sejati itu berasal dari busuknya hati.

Sungguh hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.

Menulis adalah menasihati diri sendiri.

Depok, 16 Oktober 2017