Kau, yang Perkasa

Hutan pinus
Aku menatap tanah
Memandang langit
Begitu terus bergantian

Kunang-kunang berkeliaran
Suara gemerisik daun kering
Sesahutan para insekta
Dan semilir angin dingin

Aku menemukan diriku yang berbeda
Tidak peduli dengan dunia kota
Menemukan rasa takjub karena kejujuran yang hutan ajarkan
Merasakan selemah-lemahnya rasa dari curamnya langkah

Aku menemukan diriku yang lain
Yang merindukan rasa ingin sendirian bersama alam
Perasaan magis yang membuat air mata,
Mencari muaranya

Nafasku menjadi permohonan ampun padaNya
Letihku menjadi pengakuan keperkasaanNya
Tangisku menjadi rasa syukur yang tiada terkira
Sakitku menjadi perasaan hina dihadapanNya

Tuhan, mahlukmu ini, memang bukan apa-apa

 

Depok, 3 Desember 2015