Manusia Terhormat

Sumber gambar : sladeroberson.com
Sumber gambar : sladeroberson.com

Manusia itu kadang harus memaksa dirinya sendiri. Memaksa untuk tidak selalu mengikuti semua yang diinginkan, memaksa diri sendiri untuk berani padahal tidak, memaksa diri untuk merasa cukup padahal masih ingin yang lebih, memaksa diri untuk menolak beberapa macam kesenangan dan memaksa diri untuk mau bangun, beranjak, mencari pengetahuan supaya hidupnya semakin terarah, kuat prinsipnya dan tidak menye-menye.

Berapa lama bagi kita untuk memahami kalimat “Hidup di dunia hanya sebentar saja” ? sementara kita abai terhadap amanah yang dibebankan pada kita, abai terhadap kewajiban sebagai manusia, tidak peduli lagi pada martabat dan secara tidak sadar akhirnya, enggan untuk hidup sebagai manusia yang terhormat.

Manusia terhormat tidak diukur dari bagaimana dia berpakaian, tidak diukur dari kendaraan yang ia punya, juga tidak dilihat dari jabatan pekerjaan. Manusia terhormat adalah manusia yang tahu akan batasan dan norma-norma. Manusia terhormat mampu menahan diri untuk melampaui batas, padahal sebetulnya ia punya kekuatan untuk dapat melampauinya. Manusia terhormat tidak pernah berkhianat, walaupun ia yakin seumur hidupnya ia mampu menyembunyikannya dariĀ orang yang dikhianatinya. Manusia terhormat itu berprinsip bahwa hidup ini untuk mengabdikan diri kepada Tuhan, lalu ia menjadikan Alquran sebagai pegangan. Dan teladan orang shalih sebagai tuntunan.

Sungguh, menjadi manusia terhormat adalah gelar yang tersebab dariĀ pilihan-pilihan berasaskan kebenaran.

Kelapa Dua, 28 Mei 2016