Mempertanyakan Konsistensi

Pernah tidak, rasanya kau ingin sekali menulis sesuatu, namun tidak juga tertulis karena tidak tahu  mau mulai dari mana. Karena begitu banyak jendela-jendela dipikiran kita yang minta diperhatikan dan merasa layak untuk dituliskan terlebih dahulu. Menjadi manusia bermanfaat itu memang tantangan yang bukan main-main. Kita tidak hanya diminta untuk sekedar menyelesaikan pekerjaan saja, tapi juga meningkatkan hasil pekerjaan sehingga manfaatnya bisa semakin luas dirasakan oleh orang lain.

Kadang saya sendiri juga bertanya-tanya, mengapa begitu banyak orang yang seolah-olah menginginkan mendapatkan ini itu tanpa terlebih tahu apa tujuannya. Tujuan sangat penting, niat juga tidak kalah penting. Mau sebanyak dan setinggi apapun pencapaian kita, kalau kitanya tidak tahu itu untuk apa, jangan menyesal kalau nanti ujung-ujungnya mengeluh dan menyerah, sia-sia sudah semua perkara.

Ya kadang saya juga masih bertanya-tanya kenapa saya begitu ingin menulis dan menjadi penulis. Bertanya-tanya motifnya sampai-sampai tidak selesai satu tulisanpun pada akhirnya. Lima tahun lalu saya pernah membuat semacam target untuk bisa menerbitkan satu buah buku dalam tiga tahun. Nyatanya, ini sudah lebih mundur dua tahun dari rencana dan belum ada sebuah buku pun yang terbit.

Tapi satu hal yang ingin saya yakinkan pada diri saya sendiri. Yakni bahwa menulis adalah tentang menyelam-nyulam makna yang sudah dipelajari. Menyuarakan batin dan suara hati. Menasehati diri sendiri dan generasi. Karena jasad akan mati, namun karya akan abadi.

Silmina Ulfah | Depok, 24 Maret 2017