Menyelami Sosok Erdogan

Ramai berita tentang kunjungan Presiden Turki Erdogan, berselancar sejenak menelusuri kembali berbagai prestasi beliau. Mencoba mengenal dan memahami cara kerja beliau hingga bisa mengangkat prestasi negara tersebut hingga Turki masuk kedalam jajaran negara yang disegani dan memiliki ekonomi yang kuat.  Dapat beberapa artikel salah satunya di portal berita islam dengan judul Mengapa Erdogan Selalu Jadi Presiden Turki, tulisan tersebut terbagi menjadi tiga bagian, link beritanya bisa dibaca disini 

Berikut beberapa tulisan yang saya salin karena merasa perlu untuk di tulis ulang 😀

DI samping itu, Erdogan melakukan beberapa gebrakan. Pertama, dengan mengurangi jumlah pasukannya. Hal ini merujuk kepada trend di negara-negara anggota Pakta Pertahanan Nato yang mengurangi jumlah pasukan mereka. Kedua, menciptakan system membayar sebagai kompensasi tidak mengikuti wajib militer. Hal ini menjadi sumber income bagi negara. Ketiga, mengurangi jumlah kementerian dari 37 menjadi 24 kementerian. Keempat, menjual ribuan rumah dan vila pemerintahan yang digunakan oleh para birokrat. Kelima, menjual ribuan mobil-mobil pemerintah yang menjadi beban bagi anggaran. Keenam, Erdogan meminta kepada seluruh wakilnya untuk tidak menggunakan fasilitas 550 vila mewah yang diperuntukkan mereka. Ia berharap dapat menjual vila-vila ini yang dapat bernilai milyaran dollar.

Keberhasilan Partai Keadilan dan Pembangunan adalah kesuksesan mengemas program dan agendanya dengan ijtihad politik, social dan ekonomis yang berakar dari interaksi positif dan shahih antara fikr,  akidah, tsaqafah dan dakwah yang bergerak di tengah realita, lingkungan, dan variable-variable yang ada. Dengan kata lain bahwa keberhasilan PKP adalah kesuksesan keselarasannya dengan bahasa “waktu dan tempat” yang tepat. Dan lebih dari itu, semua didukung oleh sosok Erdogan yang memang siap menjadi “sayyidul qaumi khaadimuhum”, pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka.

Bicara pemimpin negeri sendiri..ah sudahlah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan demikianlah kami jadikan sebagian orang yang zalim sebagai pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan amal yang mereka lakukan.” (Qs Al An’am: 129)

Fakhruddin Ar Razi mengatakan, “Jika rakyat ingin terbebas dari penguasa yang zalim maka hendaklah mereka meninggalkan kezaliman yang mereka lakukan.” (Tafsir At Tahrir wat Tanwir karya Ibnu Asyur 8/74 cetakan Dar Tunisiah 1984)

Tulisan seorang rakyat yang masih berlaku zalim.

Depok, 3 Agustus 2015