Monolog : Pada Permulaan

“Jadi bagaimana? sudah kau dapatkan alasannya? bagaimana perjalananmu?”

“Ah, kau tahu aku bagaimana, masih saja pura-pura tidak tahu.”

“Loh, bagaimana, aku hanya ingin memastikan ketika kau mulai kehilangan dirimu lagi, kau tahu harus kembali kemana”

“Ya, ya, tak perlulah kau bongkar-bongkar lagi”

“Biarpun begitu, kau tahu kan, aku mencintaimu melebihi manusia lain di bumi ini”

“Ya, kau kan tak punya pilihan lain, kau tinggal didalam diriku”

“Apa aku harus pergi?”

“Jangan, tetaplah disitu. Ya, aku akan belajar dari masa lalu, berkejaran dengan waktu untuk bisa membahagiakan dirimu”

“Sampai bertemu nanti, sampai bertemu di dunia yang tiada mengenal kata mati”

“Kau menakutiku?”

“Tidak, kan itu memang akan terjadi”

“Yah, baiklah. Maafkan”

“Kumaafkan”

 

Rumah, 28 September 2015