Nasihat : Apakah Kita Akan Begini-Begini Saja?

Begitu banyak orang berkata ingin mencapai keselamatan dunia dan akhirat. Tapi untuk perkara menjaga hati dan pikiran dari buruknya prasangka saja tak mampu ia jaga. Bukankah kita sering membaca sekalimat “…kebanyakan mereka tidak mau memikirkan”, “..kebanyakan manusia tidak beriman”, “…kebanyakan manusia tidak bersyukur”, “…kebanyakan manusia tidak memperhatikan.” dan “kebanyakan-kebanyakan” lainnya?

Apakah kita akan masuk ke dalam orang yang banyak itu? Atau kita memutuskan untuk menjadi bagian yang “sedikit”?

Kosa kata apa lagi yang Allah perlu sampaikan kepada kita supaya kita mau menurut pada-Nya? Perumpamaan dan tanda-tanda apa lagi yang akhirnya harus Allah munculkan dikepala kita untuk kita renungi supaya tidak ada sedetikpun pikiran kita kecuali dzikir? Tidak ada lagi aktivitas sia-sia yang kita kerjakan sehingga melalaikan yang seharusnaya kita tunaikan? Apa lagi?

Yang sedikit itu, memilih sabar ketika terasa diuji. Yang sedikit itu, memilih sedikit makan dan tidur untuk memaksimalkan ibadah-ibadah sunnah. Yang sedikit itu, memikirkan hak-hak orang lain yang Allah titipkan pada harta dan jiwa kita. Yang sedikit itu, menahan amarah dan dan lembut dalam berkata-kata.

Atau apakah kita akan begini-begini saja?

Silmina Ulfah | Depok, 3 Maret 2017