Novel Quotes : Sang Pemimpi

Sumber : Indonesiaproud.wordpress.com

Novel Sang Pemimpi akhirnya berhasil meluluh lantahkan pertahanan saya terhadap buku populer, oh iya, fyi, saya adalah tipikal yang kurang menyukai buku-buku yang sudah populer, atau bahasa sekarang “mainstream”. Entah saya pun tidak tahu, mengapa begitu enggan jika di Toko Buku mendekati tak terdepan yang bertuliskan best seller, paling-paling hanya melihat halaman belakangnya, dan melenggang menjelajahi sudut yang diramaikan pengunjung.

Tapi seorang sahabat saya, Cici namanya, begitu antusias menghipnotisku dengan caranya menceriterakan betapa bagusnya cerita itu, luar biasa bagus, padahal sudah kujelaskan bahwa aku belum baca buku pertamanya, Laskar Pelangi, ia tetap menyodorkan bukunya kepadaku saat aku bertandang kerumahnya akhir April lalu. Dan ternyata, aku sangat menyukainya, Sang Pemimpi adalah inspirasi dalam ukuran 20.5 cm, tiba-tiba aku merasa kuno karena aku baru membaca bukunya yang Cetakan 20, Mei 2008. (Cetakan Pertama : Juli 2006). Terima Kasih Andrea Hirata. Semoga Allah memberkatimu dan merahmatimu hingga tutup usiamu.

Jadi ceritanya saking tak mau lepas begitu saja dari cerita buku ini, baru sampai hal 165 (total 292), saya sudah tak sabar ingin beritahu seluruh dunia bahwa Indonesia memiliki harta karun, ia ada dalam sebuah buku karya Anak Melayu, Andrea Hirata. Sudah lama saya lupa rasanya bangga menjadi bagian dari Indonesia, saya bangga!. Rasa tidak sabar itu berujung menjadi sebuah postingan yang berisi kutipan-kutipan yang paling menyentuh nurani saya dalam novel ini, karena belum selesai baca, jadi saya mengutip kalimat mulai dari halaman yang saya baca, semoga kedepannya saya dapat memperbaharuinya dari awal cerita. Semoga bermanfaat.

“Sungguh berbisa sengatan sikap pesimis. Ia adalah hantu yang beracun. Sikap itu mengekstrapolasi sebuah kurva yang TURUN ke bawah dan telah membuatku menjadi pribadi yang GELAP dan PICIK”
~Ikal, Hal 147.

“Itulah penyakit kalian, Orang Melayu. Manja bukan main, banyak teori kiri kanan, ada sedikit harta, ada sedikit ilmu, sudah sibuk bersombong-sombong….”
~Capo Lam Nyet Pho, Hal 163

“Lihat kami, orang Kek. Kami hidup dengan jiwa perantau. Aku sudah punya bioskop tapi setiap malam masih menghadapi lilin untuk membungkus kacang. Kalian orang Melayu mana mau begitu.”
~Capo Lam Nyet Pho, Hal 163

“Tanpa mimpi dan semangat orang seperti kita akan mati.”
~Arai, Hal 185

 

Baca Juga :
– Sukses Bisnis Online Juga Milik Orang Gaptek dan Kuper, Baca Pengalaman Mbak Evi Disini
– Peluang Penghasilan Tambahan Buat Ibu Bekerja (Resiko Kecil)
– Mau Sukses dan Serius di Bisnis Online? Aku Pilih Belajar Bareng Mas Kris 
– Mahasiswa Bayar Kuliah Sendiri, Kenapa Enggak?