Lorong Bergerak

 

Kau ingin duduk?
Saat ada ibu hamil berdiri didepanmu
Kau pura-pura tidur

Ya..
Di lorong bergerak ini
Kau tampakkan wajah melasmu
Dihadapan ibu dengan garis wajah yang renta

Kalian ingin duduk?
Dengan kursi lipatmu?
Berkelakar dengan obrolan tak penting kalian?

Kau ingin duduk?
Silahkan duduk di lorong bergerak yang terakhir

Gadi : Galau Abadi

Galau sebetulnya udah ada dari dulu, mungkin kelak namanya jadi Resah . . atau bimbang, entahlah.. mungkin kau harus lari ke hutan, lalu belok ke pantai.

Nah kalo peratiin temen-temen yang masih belia (zzzz) yang masih bau lengkoas ituh.. pasti banyak banyet istilah galawers, yang dulunya alayers berubah jadi galawers. Ditambah lagi semaraknya lagu-lagu melayu yang mendayu-dayu yang  bikin mata sayu.  Sebetulnya mereka tu ga salah, galau itu sejenis emosi yang menggantung yang bikin perasaan jadi melaw, tapi apapun situasinya,  mo gimana pun galau kalian, kalian ga sendiri.

Saya juga pernah (masih ga ya?) .. ngerasain yang namanya galau, tapi ternyata men.. banyak loh cara untuk mengatasi rasa galau ituhh.. salah satu caranya adalah berkumpul dengan temen-temen yang hebat, temen-temen yang menggunakan waktu mereka secara produktif dan proaktif. Dimana mereka punya segudang inspirasi yang bikin masalah yang membuat kita galau itu bagaikan setitik embun di benua savana.

Dan yang utama, cara terbaik untuk mengatasi rasa galau adalah dengan bersahabat dengannya, terima galau itu apa adanya.

(Bersambung…)

Sekarang atau Nanti?

Sekarang atau nanti
Terserah situ
Lha situ pemeran utamanya
Situ lakon-nya

Mo di bawa kemana juga terserah situ
Saya bukan sutradara
Bukan juga penulis cerita
Saya cuma figuran

Berlalu
Lewat begitu saja

Nyata!

Aku terbangun di dalam mimpi
Mereka bilang ini nyata
Lalu aku terbangun
Mereka bilang semuanya hanya ilusi
Bagiku semuanya nyata
Hanya saja . . .
Aku tidak bisa berhenti untuk mengejar mimpi
Namun seringkali mimpi itu bersembunyi
Saat semua mimpi – mimpi berubah menjadi ilusi
Dia mengingatkanku
Dia memelukku
Dia . . . Yang Maha Nyata

Sebuah Persiapan

Tahun pencerahan
Tahun perubahan
Itulah yang kurasakan saat ini, menapaki kembali tangga-tangga kehidupan, bangkit dari pos peristirahatan. Sambil menentukan arah, kukeluarkan sisa-sisa perbekalan, kuhitung jumlahnya. Cukup.
Ku gelar peta-nya, mencoba melihat tujuan itu, puncak Everest.
Perlahan ku telusuri kontur jalur yang akan kulalui, “Ah, terlalu curam..”, Sifat pengecutku keluar.
Akhirnya ku memilih jalur aman, yang interval konturnya relatif konstan, dan yang terpenting adalah, banyak vegetasi alam-nya, dan tentu saja, air terjun.
Masih kupandangi peta usang itu.
Dengan senyuman dan kemantapan, akan kutemukan fenomena menakjubkan, akan ku bangun mimpi disini, akan ku berikan pengabdianku untuk tanah ini, untuk alam ini, Untuk Tuhan-ku.

Masihkah ada ruang di pucak sana
Atau sudah penuh dengan para pemenang lain
Apa nasib mereka yang terhempas ke lembah?
Haruskah kutemui dan mengevakuasi mereka?

Aku terdiam.

Welcome To WordPress! Silmina Ulfah

Setelah mikir panjang banget untuk pindah blog, karena galau banget dengan blog yang di blogspot, mau di remove juga sayang. Akhirnya! saya memutuskan untuk migrasi ke situs WP ini.

Semoga di rumah yang baru ini saya bisa lebih aktif lagi menulis, bisa memberi lebih banyak lagi manfaat, lebih banyak lagi teman, lebih banyak lagi saudara, Persaudaraan yang damai, seperti namaku, Silmina Ulfah.

Dalam rangka pindahan rumah ini , di awal tulisan mungkin adalah duplikasi alias copas-an dari tulisan di rumah saya yang lama, jadi ceritanya buat “menuh-menuhin” perabotan di rumah yang baru dulu