Pengalaman Legalisir Dokumen Medical Checkup dan Buku Imunisasi Anak ke Notaris

Berikut ini saya akan menjelaskan pengalaman saya waktu mengurus Waarmerking atau legalisir dokumen medical checkup dan buku imunisasi anak sebagai persyaratan sebelum minta legalisir TETO. Dokumen ini merupakan syarat wajib untuk pembuatan visa resident ke Taiwan.

Setelah saya baca-baca, ternyata legalisir itu beda dengan Waarmerking, pantas saja petugas legalisir TETO memberi catatan berulang kali untuk memastikan bagaimana perlakuan legalisir yang dimaksud untuk dokumen Medical Checkup dan Buku Imunisasi Anak. Lalu apa bedanya:

Legalisir : Dokumen disahkan dan ditanda tangani di hadapan notaris, sehingga tanggal legalisir sama dengan tanggal dokumen tersebut.

Waarmerking : Dokumen tersebut diregistrasikan dalam buku catatan notaris karena dalam dokumen tersebut sudah dibubuhi tanda tangan oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Penampakan Kantor Notaris Dewi Palupi (Sumber foto: Google Map)

Penampakan Kantor Notaris Dewi Palupi, (Sumber foto: Google Map)

Saya memilih kantor notaris di bilangan Depok yang tidak jauh dari tempat tinggal saya. Tidak semua notaris bisa dan punya kewenangan, hanya Notaris yang sudah terdaftar di Kemenkumham saja yang bisa melakukannya. Hal ini bisa anda lihat dari nomor SK yang biasanya mereka tulis di papan nama mereka. Jadi perhatikan ya, pilih notaris yang memiliki SK dari Kemenkumham.

Penting : Kalau baca-baca di beberapa blog lain, katanya tersedia notaris pas di Kemenkumham di Kuningan. Namun sayangnya¬†saat ini untuk pengurusan legalisir oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum kantornya sekarang pindah bertempat di Gedung Cik’s, Cikini Jakarta Pusat. Tahun lalu (2017) saat saya mengurus dokumen suami pun akhirnya harus mencari notaris di sekitaran Cikini karena di tempat yang baru ini tidak tersedia loket notaris. (Kemarin sempat ditawari calo, saya skip karena mahal ūüėõ ).

Persyaratan untuk legalisir Dokumen hanya membawa dokumen Medical Checkup dan Buku Imunisasi anak yang asli. Tidak perlu di fotokopi karena biasanya pihak notaris memiliki printer fotokopi. Prosesnya pun tidak lama, yakni sekitar 30 menit.

Stempel notaris berwarna merah

Stempel notaris berwarna merah

Begini prosesnya untuk form Medical Checkup (pastikan menggunakan form B untuk resident ya, baca: Pengalaman Medical Checkup dan Vaksin sebagai Persyaratan Visa Resident Taiwan)

Ini dia hasil medical checkup dengan format B berikut hasil waarmerking

Ini dia hasil medical checkup dengan format B berikut hasil waarmerking

  1. Pertama-tama, dokumen tes kesehatan asli yang akan di waarmerking diregister dalam buku notaris.
  2. Tiap lembar dokumen distempel lambang garuda.
  3. Pada halaman terakhir distempel nomor registrasi dan tanda tangan notaris.
  4. Dokumen tersebut di fotokopi lalu di stempel garuda lagi pada dokumen fotokopian.

Jadi untuk form medical checkup yang asli dan fotokopian dilegalisir ya.

Hasil Waarmerking Medical Checkup

Hasil Waarmerking Medical Checkup

Sedangkan untuk form lembar bukti hasil imunisasi anak, begini prosesnya:

  1. Lembar yang ada tabel imunisasi difotokopi (saya fotokopi di notarisnya).
  2. Lembar fotokopian distempel dan ditandatangani oleh notaris.
Tabel Catatan Imunisasi Anak dari buku pink KMS

Tabel Catatan Imunisasi Anak dari buku pink KMS

Rincian biaya legalisir sebesar Rp250.000 untuk:

  1. Waarmerking dokumen medical checkup yang asli.
  2. Legalisir fotokopian medical checkup.
  3. Legalisir fotokopian lembar tabel imunisasi anak.

Demikian informasi mengenai bagaimana pengalaman saya dalam mengurus legalisir dan waarmerking ke notaris untuk form medical checkup dan buku imunisasi anak. Semoga dapat bermanfaat! Semangat ya! Masih ada tahap KUA, Kemenag, KemenkumHAM, Kemenlu dan TETO. Bismillah!

Catatan Pinggir:

Kalau yang sudah baca artikel sebelumnya pada proses medical checkup pasti tahu kalau saya harus bolak-balik tempat medical karena format hasil laporan medical yang keliru. Gara-gara ini, saya harus kembali ke pihak notaris untuk waarmerking ulang dengan format yang baru. Alhamdulillah-nya, saya hanya dibebani biaya sebesar Rp50.000 untuk itu dan tidak sampai ratusan ribu. Inilah pentingnya kita memilih notaris yang dekat rumah, selain lebih mudah mengurusnya, biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu tinggi.

Sebagai informasi waktu sebelumnya saat mengurus legalisir notaris dokumen suami saya yang terdiri dari form medical checkup, ijazah dan transkrip nilai di bilangan Cikini, saya merogoh kocek hingga Rp700.000 (Alhamdulillah-nya di reimburse sama pihak kantor).

Depok, 1 Juni 2018