Pengalaman Medical Checkup dan Vaksin sebagai Persyaratan Visa Resident Taiwan

Kali ini saya akan berbagi pengalaman waktu mengurus tes kesehatan dan suntik vaksin (23 April 2018) sebagai salah satu syarat untuk penerbitan visa resident Taiwan. Bagi anda yang sekadar mengunjungi Taiwan untuk liburan, tahapan ini tidak perlu anda lakukan. Untuk lebih lengkap mengenai persyaratan dokumen yang harus disiapkan, silahkan kunjungi website resmi TETO (Taipei Economic and Trade Office) di sini.

Sayangnya, dalam link diatas tidak tertera untuk visa resident bagi istri yang akan menetap karena suami bekerja di Taiwan. Saya pun harus menelepon TETO untuk memastikan dokumen apa saja yang perlu disiapkan. Medical checkup yang harus diserahkan nanti adalah medical checkup dengan format “Form B”.  Soalnya kalau untuk visa kerja, formatnya beda lagi ya.

Format B Medical Checkup Jika Anda Ingin Membuat Visa Resident

Format B Medical Checkup Jika Anda Ingin Membuat Visa Resident

Bagi yang belum tahu, TETO adalah kantor perwakilan yang memiliki kewenangan dalam hal penerbitan visa ke Taiwan. Mengapa tidak di kedutaan Taiwan? karena Indonesia hanya mengakui satu negara Cina yaitu Cina Daratan. Sehingga Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Taiwan.

Untuk medical checkup, TETO telah menunjuk sarana pemeriksaan kesehatan tertentu yang sudah diberi izin Dinas Kesehatan Taiwan. Jadi dokumen hasil lab nantinya juga sudah ada bahasa mandarinnya. Untuk melihat klinik atau daftar tempat mana saja yang sudah diberi izin, silahkan download file berikut (03.外勞體檢醫院供參考) atau kunjungi situsnya di sini.

Gedung Rayhan Medical Center (Baru direnovasi, gedung sebelumnya yang sebelah kanan)

Gedung Rayhan Medical Center (Baru direnovasi, gedung sebelumnya yang sebelah kanan)

 

Saya memilih Rayhan Medical Center yang beralamat di: Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 113 Jakarta Selatan (klik link berikut untuk terhubung ke google maps https://goo.gl/maps/i8G55Yd9tSs ). Saya menelepon klinik tersebut sebelum datang untuk memastikan persyaratan apa saja yang perlu disiapkan. Oh iya, untuk melakukan medical checkup tidak ada pantangan dan tidak perlu berpuasa. No. Telepon klinik: (021) 8301151.

Berikut yang harus disiapkan ke klinik tersebut:

  1. Fotokopi Paspor 1 Lembar
  2. Foto 4×6 (4 Lembar) >>> Update: Tidak perlu kalau untuk format B karena pakai foto langsung, tanya dulu aja ke pihak klinik ya
  3. Uang Rp500.000

Saran saya, jangan pilih hari Senin karena pengunjung banyak (terutama dari agen-agen penyalur TKI ke Taiwan). Klinik ini buka mulai pukul 9.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Situasi setelah jam makan siang

Situasi setelah jam makan siang

 

Alur Proses Tes Kesehatan dan Vaksin:

  1. Melakukan pendaftaran. Siapkan fotokopi paspornya, anda akan diminta untuk mengisi formulir. (sebaiknya membawa pulpen sendiri).
  2. Serahkan formulir yang sudah diisi, tunggu panggilan untuk diambil gambar diri/pas foto (seperti akan buat SIM/KTP).
  3. Selesai difoto, kita akan diberikan nomor antrian tes kesehatan dan formulir yang tadi kita isi.
  4. Bayar biaya medical checkup dan vaksin ke bagian kasir.
  5. Serahkan formulir ke bagian tes kesehatan, cek tensi darah, tunggu panggilan dokter.
  6. Masuk ke ruangan dokter, tanggalkan pakaian kecuali celana dalam. Lalu pengecekan fisik oleh dokter: berbaring diatas tempat tidur, cek leher (kita diminta untuk menelan ludah), cek perut (ditekan-tekan), cek payudara (seperti deteksi dini kanker payudara). Kemudian lanjut ke posisi duduk, cek rongga mulut. Lanjut posisi berdiri, cek visual kedua tangan bolak balik. Selesai pengecekan fisik. Durasi kira-kira 10 menit.
  7. Suntik Vaksin di lengan atas sebelah kiri.
  8. Naik ke lantai 2 untuk diambil sampel darah (di lengan seperti akan donor darah). Bagi yang sudah menikah, pastikan siklus menstruasi normal/tidak ada indikasi hamil. Jika sudah diambil darah, kita akan diberikan toples kecil untuk wadah urin. Selesai ambil darah dan urin. Durasi kira-kira 10 menit.
  9. Naik ke lantai 3 untuk rontgen. Menggunakan atasan khusus karena tidak boleh ada material besi yang menempel di tubuh kita, misalnya saja pengait bra. Kita akan diminta untuk menarik napas dan menahan beberapa detik. Selesai rontgen, kembali ke lantai satu, serahkan kertas ke meja bagian tes kesehatan. Durasi kurang lebih 2 menit.

Update: Serangkaian tes diatas adalah tes untuk menjadi TKI di Taiwan. Ternyata kalau untuk visa resident sesuai dengan format B dari TETO, tidak perlu ada physical test. Intinya bawa format B nya dan kasih lihat ke pihak klinik ya.

Untuk tes kesehatan dan vaksin diatas sebetulnya tidak memakan waktu lama. Namun proses keseluruhan tergantung banyaknya antrian. Karena kemarin saya datang pas hari ramai, yaitu Senin, jadi lumayan lama mengantri. Total untuk urus medical checkup ini kemarin saya datang sekitar pukul 14.00 selesai pukul 15.30 WIB.

Hasil lab bisa diambil keesokan harinya mulai pukul 10.00 WIB. Dan untuk pengambilannya, bisa diwakilkan orang lain dengan membawa kwitansi pembayaran dan paspor asli. Kemarin saya minta diambilkan Bapak karena tidak bisa kesana.

 

Catatan Pinggir:

Ini curhat tentang kekecewaan saya terhadap pelayanan beberapa oknum di Rayhan Medical Center. Jadi kemarin itu saya membawa serta putri saya yang  masih berusia 11 bulan. Pas dateng, takjub karena bangunan barunya udah jadi dan jauh lebih bagus dari tahun lalu pas suami saya urus medical checkup.

Namun pelayanannya, saya akan kasih rating 1 dari 5 karena mulai pada tahap no.5, saat akan ditensi darah, petugas kesehatan judes sekali sambil tanya-tanya kenapa anaknya nggak dititipkan dirumah.

X : “ini sendirian? nanti gimana medical checkupnya?”

saya : “iya nggak ada yang bisa dititip, jadi dibawa”

X : “nanti gimana kalau ke taiwan, dititip ke kampung?”

saya : “ya dibawa”

X : “emang boleh?” >> (mungkin saya dikira mau jadi TKI juga, makanya heran emang boleh ama majikannya bawa bayi >,<)

saya : “ya boleh lah..”

Yang jadi masalah, si mbak yang nanya itu sambil jutek gitu. Padahal bisa nanya baik-baik. Ternyata nggak sampai disitu. Saat saya akan masuk ruangan dokter. Dokternya juga nggak kalah galak dan kasar sekali nada bicaranya. Di ruangan ini saya merasa tidak dihargai sama sekali. Saat masuk ruangan, anak saya titipkan ke orang yang di kursi antrian (sepertinya agen TKI).

Saat saya sedang menanggalkan pakaian, anak saya nangis kencang. Petugas depan langsung buka pintu tanpa permisi merintah saya untuk handle anak, karena bikin kantor bising. Sambil ngomong lagi kenapa dateng hari senin sih, udah tau kalau senin rame. Yassalam, saya diburu-buru suruh pakai baju lagi dan keluar.

Saya jawab, mana saya tau disini senin ramai dan prosesnya ternyata nggak boleh bawa anak. (Padahal bisa banget ya Allah, dipegangan sebentar didalam ruangan, biar anak tetap lihat ibunya dan nggak rewel). Disitu saya langsung ditimpalin sama ibu dokter juga. Ngomongnya banyak dengan intonasi yang jauh-jauh-jauh dari kata ramah. Dalam hati istighfar biar nggak melakukan keputusan emosional dengan membatalkan tes kesehatan.

Dokter : “Ibu mau bawa anak berapapun juga boleh, tapi disini siapa yang mau pegangin? saya? ntar gimana”, saya tidak ingat kelanjutan omongannya, dan tidak mau ingat juga, yang jelas lumayan banyak ibu dokter ini memberikan argumen yang sangat-sangat tendensius atau lebih tepatnya lagi ngomel.

Nggak lama anak saya berhenti nangis. petugas kesehatan pun nyuruh saya nggak usah pakai baju lagi dan suruh cepetan. Waw. Pembaca yang budiman, itu posisinya dia ngomong sambil melongok di pintu, posisi saya sudah siap untuk medical. Saya bertanya-tanya, apa tidak ada kode etik untuk privasi seseorang?

Saat saya berbaring, pintu juga dibuka dan 4-5 orang calon TKI disuruh masuk untuk tes kesehatan. Padahal saya baru akan mulai, dan artinya, pintu terbuka. Ya, disini saya akhirnya paham kalau tabiat dokternya kelewat tegas hingga hobi teriak-teriak supaya para calon TKI bergegas masuk dan segera menutup pintunya.

Mereka juga langsung dihardik (karena nyuruh dengan nada kasar) untuk menanggalkan pakaian untuk tes kesehatan. menurut hemat saya, sebetulnya mereka nggak perlu-perlu banget untuk berbarengan buka pakaian karena kan dokternya cuma satu dan diperiksanya bergiliran. Biar cepet? Yailah, bisa juga kali jeda 1 orang untuk buka pakaian.

Saran, bagi kalian yang akan bawa anak, pastikan nanti ada yang bisa dimintai tolong untuk handle.

 

FORMAT SALAH

Format Medcheck yang salah, ini harusnya kalau untuk TKI/TKW

Format Medcheck yang salah, ini harusnya kalau untuk TKI/TKW dan bukan form B seperti yang saya minta

 

Setelah cek ke TETO bagian legalisir, ternyata format yang diberikan oleh pihak klinik salah. Untuk visa resident, kita harus pakai format B. Saya amat sangat yakin sekali sudah bilang ke bagian pendaftaran dan juga kasih lihat formatnya seperti apa via screenshot HP saya. Tapi ternyata dikasihnya tetap format untuk TKW. Alhasil saya jadi harus balik lagi ke klinik untuk minta ganti format dan ke notaris lagi dan membayar sejumlah uang karena ganti format.

Pas saya telfon klinik untuk minta ganti form B juga  mereka minta saya untuk kirim contohnya. Yah, ternyata mereka juga tidak yakin dengan apa yang saya minta. Yasudah saya kirim ke email mereka. Saya komplain jumat siang dan baru bisa diambil Senin jam 10 pagi.

Sebetulnya ini bukan kali pertama, karena saat urus visa suami, Rayhan Medical Center pun melakukan kesalahan yang sama. Saya harus menukar dengan format yang sesuai dengan permintaan TETO, dan menunggu sekitar 3 jam (karena saat itu saya datang hari Jumat). Ya waktu itu saya tidak terlalu mempermasalahkan karena mungkin mereka tidak tahu kalau kerja sebagai staf ahli berbeda dengan TKI lainnya.

Kesimpulannya, pelayanan Rayhan medical Center tidak sesuai dengan visi dan misi yang mereka cantumkan. Tentang pelayanan ramah, kode etik dokter, sebaiknya anda tidak usah berharap banyak. Saya jadi berpikir apa karena yang mereka hadapi setiap hari ini adalah buruh dan calon TKI? merendahkan sekali kalau begitu caranya. Bagi anda yang ingin membuat visa resident ke Taiwan, pastikan format hasil kesehatan sudah betul ya.

Ini dia hasil medical checkup dengan format B

Ini dia hasil medical checkup dengan format B

 

Sertifikat Vaksin Campak dan Rubella (Measles & Rubella) atau disingkat MR

Sertifikat Vaksin Campak dan Rubella (Measles & Rubella) atau disingkat MR

Sekian informasi dan curhatan dari saya, semoga anda yang akan tes kesehatan nanti bisa ketemu petugas kesehatan dan dokter pengecekan fisik yang lebih baik dari yang saya temui. Semoga urusannya lancar ya.

 

 

Disclaimer: 

Tulisan ini tidak untuk mencemarkan nama baik klinik Rayhan dan dibuat sesuai dengan pengalaman yang saya alami. Karena selain mendapat kekerasan psikis, saya juga mengalami kerugian secara materi untuk ongkos ambil hasil lab dengan format yang benar dan legalisir ulang dokumen tersebut ke notaris.