Rumah Belajar Kita – Pasar Minggu, Serunya Belajar Dengan Mengajar

Kegiatan Rumah Belajar Kita atau RBK adalah sebuah aktifitas Mengajar sambil belajar, karena jujur saya tidak memiliki background mengajar kecuali waktu jaman kuliah sebagai penghasilan sampingan dengan mengajar les privat Matematika, Komputer dan Bahasa Inggris. Tidak ada latar belakang yang muluk-muluk dengan program ini, kami hanya ingin membahagikan anak-anak. Program yang di prakarsai oleh salah satu teman saya di komunitas Goodlife yaitu Yulia, kala itu ia ditawari teman kantornya untuk mengajar anak-anak yatim-piatu di bilangan Pondok Kopi, Bekasi. Akhirnya setelah ia survei tempat, ia mengajak aku untuk mengajar di sebuah ruangan sederhana sebelah Masjid Al-Hikmah, Gang Bona, depan shelter Transjakarta Penggilingan.

1
Belajar dari semut

Alhamdulillah, ternyata kegiatan sederhana yang sejak Pertengahan Januari 2013 saya rintis bersama teman saya mendapatkan respon positif  oleh teman-teman anggota komunitas lainnya dan akhirnya hingga saat ini dibentuklah RBK-RBK lainnya di daerah Kuningan (Mengajar anak-anak Yatim dan Dhuafa) dan RBK Pasar Minggu (Mengajar anak-anak marginal/pengamen).

Banyak hal yang ingin saya bagikan kepada teman-teman mengenai apa yang saya sudah dapat dari kegiatan belajar-mengajar anak-anak ini, banyak sekali, sungguh banyak ilmu yang saya dapatkan disini secara gratis, semoga kegiatan ini merupakan langkah awal saya untuk mewujudkan salah satu impian saya yaitu membangun sekolah alam, sekolah yang mengajarkan ahlak, dengan suasana semangat positif, untuk segala kelas sosial, mengajarkan bahwa tujuan hidup sesungguhnya adalah menciptakan dan menebarkan kebahagiaan kepada semesta, dengan landasan Agama yang kuat.

Minggu kemarin (12 Mei 2013), saya berkunjung ke RBK Pasar Minggu dengan tema Semut, nilai-nilai yang diajarkan semut, pantang menyerah, tak pernah diam (selalu bekerja), team-work-nya, ketangguhannya yang mampu mengangkat bobot berkali-kali lipat tubuhnya, semoga nilai-nilai itu dapat tertanam tidak hanya bagi anak-anaknya, juga bagi para sang pengajar.

2
Rumah Belajar Kita Pasar Minggu

Belajar dari binatang yang hampir setiap hari kita lihat, Ya… Allah tidak selalu memberikan mukjizat dengan gunung emas, karena hidup ini sendiri adalah sebuah mukjizat. Dengan hal yang sederhana, namun jika kita telaah, maka kesederhanaan sesungguhnya hanya ada pada ruang lingkup kita sendiri, perendahan ada pada pikiran kita sendiri, dan perasaan hebat juga kita yang ciptakan sendiri. Semut seperti tidak punya masalah, ia selalu bergerak kesana kemari, jika ada semut diam, sudah dipastikan ia adalah semut yang sedang keracunan, atau sudah mati. Kita, sering kali berlama-lama diam dalam keterpurukan karena jalan yang kita lalui terlalu terjal, terlalu curam, terlalu ekstrim atau apapun yang sebetulnya itu hanyalah sebuah excuse.

Setelah sesi presentasi video semut, pelajaran selanjutnya adalah games kelompok yang bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas dan kerja sama seperti materi yang sudah dipaparkan sebelumnya, permainannya mudah, setiap kelompok harus menyusun batang korek api setinggi-tingginya dan sebagus-bagusnya. Boleh jadi satu tim membangun susunan tower korek api tinggi saja tanpa mengindahkan bentuk akan kalah dengan bangunan yang lebih rendah namun dengan design yang menarik.

Kemarin saya juga dapat sebuah bros buatan salah satu anak RBK namanya Gilang, dia ini anaknya cerdas dan kreatif, meskipun pengamen, dia bisa bahasa Inggris loh, Gilang ini membuat sebuah bros dari plastik bekas bungkus kopi tebal yang ia dapat dari tempat sampah, tentu saja setelah ia dapatkan ia mencucinya terlebih dahulu, seteah itu ia mulai membuat pola di kertas dan melakukan uji coba di kertas, dengan tambahan kawat warna-warni untuk menyatukan dua bagian, Voila… jadilah sebuah bros kupu-kupu yang lucu :).

Gilang dan Bros Kupu-Kupu
Gilang dan Bros Kupu-Kupu

Akhirnya dari keempat kelompok, keompok yang diketuai Andes-lah yang memenangkan permainan ini, dia dan kelompoknya membuat susunan mirip lambang PMI, dibanding dengan kelompok lain, buatan kelompok Andes paling rapi bangunannya. Selamat Andes and The Gank. Oh iya, Andes ini memakai dua anting di telinga kirinya, semoga perlahan demi perlahan ia dapat menanggalkannya :D.

4
Kelompok Yang Menang

Kalau ketiga anak ini memang tidak rutin mengamen, bahkan dua diantaranya memang tidak pernah mengamen, mereka sangat antusias yang mereka sebut Les ini, mungkin karena konsep dan cara pengajarannya yang berbeda dari sekolah konvensional yang mereka ikuti. (Saya juga meng-endorse bros kupu-kupu buatan Gilang loh)

Bersama Anak-anak yang Lucu
Bersama Anak-anak yang Lucu

Saya akan selalu semangat belajar dan mengajar, berusaha menanam pohon kebaikan agar generasi setelahku, anak-anak dan cucuku dapat menuainya.

Untuk Info lebih lanjut silahkan email saya di : silmina.u@gmail.com