Sertakan Allah Dalam Setiap Perkara

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami istikharah dalam setiap urusan yan kami hadapi sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Qur’an. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang dari kalian menghadapi masalah maka ruku’lah (shalat) dua raka’at yang bukan shalat wajib kemudian berdo’alah:

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan [yang tepat] kepada Engkau dengan ilmu [yang ada pada]-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu [untuk menyelesaikan urusanku] dengan kodrat-Mu.

Dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang Agung, karena sesungguhnya Engkau Maha kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, dan Engkau Maha mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, sekiranya Engkau mengetahui bahwa urusan ini lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih baik pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu.

(HR. Al-Bukhari no. 1162)

Mengambil pelajaran dari orang-orang besar memang selalu menarik dan menggetarkan hati. Selalu ingat dengan cerita bagaimana Imam Bukhari yang termasyhur dengan kitab Al-Jami’ as-Shahih (belakangan kita lebih mengenalnya dengan Shahih Bukhari) yang selalu menunaikan dua rakaat istikharah sebelum menuliskan hadist-hadistnya. Salah seorang murid beliau pernah mendengar Imam Bukhari berkata.

“Saya susun kitab Al-Jami’ as-Shahih ini di Masjidil Haram, Mekkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih”

Silahkan baca selengkapnya tentang sejarah singkat Imam Bukhari di link berikut : https://bukharimuslim.wordpress.com/riwayat-ahli-hadist/

 Bismillahirrahmanirrahiim. Ya muqollibal qulub, tsabbit qolbi ‘alaa diinik

Depok, 29 Juli 2015