Negeriku

Negeriku yang kucintai ini sedang digerogoti
Oleh manusia-manusia yang lupa fungsi diri
Tak memakai hati
Memberanguskan nurani

Negeriku yang kucintai ini dipermalukan rakyatnya sendiri
Mereka rela menjual harga diri
Menjual mimpi kepada muda-mudi
Lalu pergi keluar negeri

Negeriku yang amat kucintai ini
Dikhianati rakyatnya sendiri
Rakyat yang leluhurnya sudah dipersilakan untuk menetap disini
Rakyat yang di-cikalbakal-kan, diperjuangkan sampai mati

Negeriku yang amat kucintai ini
Ditelanjangi rakyatnya sendiri
Rakyat yang tak tahu diri, tak mau tahu asal-usul negeri
Lalu ia melenggang ke-panggung dunia seperti biri-biri

Wahai Negeriku yang kucintai
Cukuplah bagimu, rakyat setia dan Tuhan Yang Maha Tinggi
Pemilik negeri-negeri di Bumi
Berlarilah kau para pengkhianat negeri
Semoga Dosamu ter-ampuni

Doa si Hina

Cintaku pada-Mu masih berkepentingan
Tak murni, jauh dari keikhlasan
Karena akalku jauh dari pikiran
Terpenjara dalam kebodohan

Cintaku pada-Mu masih gombal
Hanya berucap-ucap asal
Karena hatiku yang dangkal
Memelihara nafsu, tak ingat ajal

Cintaku pada-Mu masih bersyarat
Takut hidup melarat
Karena ahlak tak terawat
dari segala pekerjaan maksiat

Yaa Allah, Tuhan segala semesta, Tuhan non-semesta…
Sesungguhnya hamba telah menjadi budak dunia
Yang takut mati, cinta harta
Yang takut miskin, tak berdaya
Yang takut perang, yang lemah jiwa

Berikan penangguhan untuk hamba,
Sampai tiba saat satu masa,
Engkau menuntunku untuk berjuang membangun surga didunia,
Yang penuh dengan segala ridha

Solusi?

“Menurut kamu, solusi itu artinya apa?”, seorang teman melontarkan pertanyaan sederhana sore tadi.  Seperti orang merantau ditanya jalan daerah setempat, agak ragu saya menjawab, “Yaa.. apa yaa… Jalan Keluar?”.  Saya pun jadi penasaran juga, akhirnya saya tanya balik, “Emang apa?”.  Dan teman saya ini pun menjawab, “Solusi itu, Jalan Penyelesaian”, sambil nyengir-nyengir karena ternyata memang berhasil mendefinisikan kata Solusi itu dengan tepat.

Masalah adalah perkara yang sering kali menjadikan kita jenuh, marah, sedih, dan berbagai energi yang negatif. Pasti banyak diantara kita yang rasanya ingin segera memperbaiki permasalahan tersebut dan tidak sedikit yang hanya segera ingin keluar dari masalah tersebut, ya, secara tidak sadar kita seringkali mengharapkan untuk bisa keluar dari zona permasalahan tanpa mau berusaha untuk meng-ada-kan jalan penyelesaiannya.  Padahal, satu-satunya hal yang mampu membuat kita bertahan hidup adalah  masalah, dan udah hukum alam kalo masalah itu punya tingkatan, masa iya mario bross itu punya musuh langsung kura-kura bersayap?. Ya enggak kan?, awal-awal tuh gampang-gampang dulu, nanti kalau stage 1 udah tamat, baru deh ketemu musuh yang lebih aneh-aneh lagi.

Ah itu kan masalah persepsi definisi aja, wong Jalan Keluar dan Jalan Penyelesaian itu beda tipis kok, 11/12. Sinonim memang cenderung punya arti yang sama, namun saya percaya bahwa kata (bahasa) masing-masing memiliki energi yang berbeda-beda, itu sebabnya  hingga saat ini saya masih belajar untuk bisa menggunakan bahasa yang tepat agar tercipta jalinan komunikasi yang baik. Jangan sampai alam bawah sadar kita mengafirmasi kata-kata Jalan keluar sebagai tindakan untuk “Kabur” dari permasalahan, dan berharap masalah tersebut akan selesai dengan sendirinya.

Yah mungkin ini secuil tulisan ribet dan sepercik pemikiran njlimet mengenai definisi Solusi. Intinya mah, selalu positif kala menghadapi aneka permasalahan, jangan keluar, tapi selesaikan. Sekian.