Negeriku

Negeriku yang kucintai ini sedang digerogoti
Oleh manusia-manusia yang lupa fungsi diri
Tak memakai hati
Memberanguskan nurani

Negeriku yang kucintai ini dipermalukan rakyatnya sendiri
Mereka rela menjual harga diri
Menjual mimpi kepada muda-mudi
Lalu pergi keluar negeri

Negeriku yang amat kucintai ini
Dikhianati rakyatnya sendiri
Rakyat yang leluhurnya sudah dipersilakan untuk menetap disini
Rakyat yang di-cikalbakal-kan, diperjuangkan sampai mati

Negeriku yang amat kucintai ini
Ditelanjangi rakyatnya sendiri
Rakyat yang tak tahu diri, tak mau tahu asal-usul negeri
Lalu ia melenggang ke-panggung dunia seperti biri-biri

Wahai Negeriku yang kucintai
Cukuplah bagimu, rakyat setia dan Tuhan Yang Maha Tinggi
Pemilik negeri-negeri di Bumi
Berlarilah kau para pengkhianat negeri
Semoga Dosamu ter-ampuni

Doa si Hina

Cintaku pada-Mu masih berkepentingan
Tak murni, jauh dari keikhlasan
Karena akalku jauh dari pikiran
Terpenjara dalam kebodohan

Cintaku pada-Mu masih gombal
Hanya berucap-ucap asal
Karena hatiku yang dangkal
Memelihara nafsu, tak ingat ajal

Cintaku pada-Mu masih bersyarat
Takut hidup melarat
Karena ahlak tak terawat
dari segala pekerjaan maksiat

Yaa Allah, Tuhan segala semesta, Tuhan non-semesta…
Sesungguhnya hamba telah menjadi budak dunia
Yang takut mati, cinta harta
Yang takut miskin, tak berdaya
Yang takut perang, yang lemah jiwa

Berikan penangguhan untuk hamba,
Sampai tiba saat satu masa,
Engkau menuntunku untuk berjuang membangun surga didunia,
Yang penuh dengan segala ridha

Retro Beach

Pantai adalah satu dari sekian maha karya-Nya yang paling nyata, sebuah lukisan penyejuk mata, bahkan semilir angin dan desiran airnya mampu menjernihkan pikiran dan hati kita. Duduk saja ditepiannya, niscaya kau akan menemukan betapa Indahnya Tuhan kita ini. Bermeditasi-lah, di tepi lautan. Di Pantai.