Untuk Para Terkhianat

Hai kawan, kau lusuh tampak
Ada sungai di pipimu yang tak kunjung kering
Layu, kau lesu
Kata orang, kau ditimpa pengkhianatan
Remuk kau jadinya
Tak hanya remuk katamu
Kau berasa macam daging berjalan
Hatimu hilang, terbang
Aku bukanlah dewa yang dapat mengabulkan inginmu
Karena inginmu itu aku tak tahu, apakah itu baik untukmu
Mungkin Tuhan sedang beri ajar padamu
Ingatlah, sebaik-baiknya buah hikmah pengkhianatan adalah kesetiaan
Aku percaya kelak kau akan menjadi manusia paling setia didunia
Aamiin