Waktu

Kelak, setiap perbuatan akan dimintakan pertanggung jawaban. Entah sudah berapa lupa dan alpa saya selama ini. Kadang kita menganggap remeh waktu seolah-olah mereka hanya akan diam, waktu seolah-olah hanya berperan sebagai dimensi yang memuat massa, menjadikan kita nyata. Padahal waktu itu juga mahluk, ia hidup dan bertumbuh menjadi yang baru setiap harinya.

Pernahkah kalian menganggap remeh sebuah waktu? ah pasti pernah. Entah sudah berapa jadwal yang kita terlambat hadir dikarenakan alasan-alasan semata, entah mungkin kita terlalu menganggap itu adalah media untuk belajar maklum dan toleransi. Padahal keterlambatan kita hanya karena kita tidak disiplin mengatur prioritas yang seharusnya dikerjakan.

Manusia masa kini kebanyakan adalah mahluk-mahluk begadangers. Jauh berpuluh tahun silam, Bang Rhoma bahkan seperti sudah tau kalau generasi kini adalah mereka yang menggadaikan waktu malam untuk hal-hal yang tiada artinya. Apalagi di jaman media sosial seperti sekarang, cuap-cuap manusia nyaris 24 jam tanpa tutup warung.

Kelak pada masa-masa tua, pasti saya akan menyesali setiap detik yang terbuang sia-sia. Terbuang untuk membicarakan keburukan orang lain, terbuang untuk berprasangka, terbuang untuk diam menunggu tidak melakukan apa-apa, terbuang untuk menghabiskan waktu yang tidak ada hikmah dan pelajaran didalamnya.

Setidaknya dengan menuliskannya hari ini, kelak saya akan menyadari bahwa sebetulnya penyesalan itu sudah pernah terlihat jelas dari awal. Semoga saya tidak menyia-nyiakan jutaan ampunan yang Allah sediakan.

Kalimalang, 28 Juni 2016